PPDB : Seorang pelajar sedang mendaftar di loket pelayanan informasi PPDB di SMA Negeri 1 Depok, Jalan Nusantara Raya. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Orang tua dan siswa di Kota Depok mesti mempersiapkan diri masuk kejenjang pendidikan selanjutnya. Kamis (18/5), saat Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di tingkat SMAN syarat pendaftaran dimudahkan dengan menggunakan nomor ujian sekolah. Sementara aturan main masuk SMPN dengan mengunci zonasi, yang kini sedang digodok Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok.

Kepala Disdik Jawa Barat, Dedi Supandi menerangkan, telah membuat aturan baru terkait kemudahan siswa melakukan pendaftaran. Ada dua tahapan bagi siswa yang ingin mendaftar ke jenjang SMA atau sederajat. “Tahap pertama akan kita buka 6 sampai 10 Juni mendatang. Disana ada jalur afirmasi, prestasi, dan perpindahan orang tua,” katanya.

Baca Juga : 640 Orang Selamat dari Kebakaran di SMK Nasional

Jalur afirmasi akan disiapkan kuota sebesar 20 persen. Jalur ini akan disediakan bagi siswa yang tidak mampu, agar tetap bisa mengenyam pendidikan yang baik. Selanjutnya, 5 persen untuk jalur perpindahan orang tua, dan 25 persen jalur prestasi.

Dedi menyampaikan, tahap kedua akan dibuka pendaftarannya mulai 23 sampai 30 Juni mendatang. Jalur ini disedikan untuk jalur zonasi sebesar 50 persen. Bedanya sama PPDB tahun lalu, sekarang sudah tidak perlu membawa ijazah dan nilai rapot. Melainkan hanya butuh membawa nomor ujian sekolah punya peserta. “17 Mei kemarin menjadi titik awal membagikan akun ke SMP dan Mts. Nanti tanggal 6 juni kita mulai PPDB,” ungkapnya.

Diketahui PPDB Tahun 2021 untuk jalur zonasi ada 38 zonasi, kini bertambah menjadi 86 zonasi. Untuk radius hitungan meter, Kata Dedi tidak ada radius untuk zonasi. Bila ada pun perhitungan radius, itu ada kuotanya. Kalau kuota telah habis brarti sudah selesai. “Sekarang irisan itu, dari 38 zonasi kita tambah menjadi 86 zona,” jelas Dedi saat dikonfirmasi Harian Radar Depok, Kamis (18/5).

Sementara, Kasi Kelembagaan dan Peserta Didik SMP Disdik Kota Depok, Bahrudin menerangkan, tidak ada perbedaan dengan tahun sebelumnya secara keseluruhan, baik secara kuota maupun tahapan. “Masih sama dengan tahun lalu. Tapi sekarang akan dikunci titik koordinat zonasinya,” ungkapnya ketika diwawancara.

Ditegaskannya, peguncian titik koordinat zonasi itu karena banyak peserta yang mendaftar bandel dengan mendekat-dekati jarakanya, sehingga berdampak pada peserta lainnya. Pengucian titik koordinat tersebut juga telah disetujui Walikota Depok Mohammad Idris saat melakukan rapat PPDB tahun 2022.

“Ini masih recana ya, karena belum ada Juknia dan Perwal. Tapi sudah disetujui juga sama pak Wali. Tinggal menunggu juknis dan perwalnya saja,” terang Bahrudin.

Saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan vendoor atau pihak ketiga yang memegang basis digital atau onlinenya.

Diketahui pada PPDB tahun 2021, ada empat jalur yang disediakan untuk tingkat SMP. Pertama jalur Afirmasi, jalur perpindahan orang tua, jalur prestasi, dan jalur zonasi. Adapun kuota untuk jalur afirmasi sebesar 15 persen dengan rincian 12 persen siswa tidak mampu dan 3 persen inklusi. Lalu, jalur perpindahan tugas orang tua dan tenaga kependidikan (PTK) sebesar 5 persen dengan rincian 2 persen perpindahan orang tua dan 3 persen anak PTK ber-NUPTK.

Selanjutnya, jalur prestasi mempunyai kuota 30 persen, dan jalur zonasi memiliki daya tampung 50 persen. (arn/rd)

Fakta dan Data PPDB di Depok :

PPDB :

  • Tahun 2022

PPDB SMA/Sederajat :

Persyaratan Pendaftaran :

  • Nomor Ujian Sekolah

Pendataran :

  • 2 tahap

Rincian :

  • Tahap 1 : 6 Juni – 10 Juni

Jalur :

– Afirmasi

– Perpindahan Orang Tua

– Prestasi

Kuota :

– Afirmasi : 25 persen

– Perpindahan Orang Tua : 5 persen

– Prestasi : 20 persen

Tahap 2 :

  • 23 Juni – 30 Juni

Jalur :

– Zonasi

Kuota :

– Zonasi : 50 persen

Jumlah Zonasi :

– 2021 : 38 Zonasi

– 2022 : 86 Zonasi

PPDB  SMP :

Kuota :

– Afirmasi : 15 persen

– Perpidahan Orang Tua : 5 Persen

– Prestasi : 20 persen

– Zonasi : 50 persen

Fakta PPDB SMP :

– Titik Koordinat Zonasi Dikunci

– Penguncian Koordinat Disetujui Walikota

– Juknis dan Perwal Dalam Proses

– Pembahasan Dengan Vendor/Pihak Ketiga

*Sumber : Disdik Jabar dan Depok

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar