Ilustrasi Pemilu 2024, Golkar PAN dan PPP jalin Koalisi Indonesia Bersatu. Dok. Jawapos

RADARDEPOK.COM – Kendati menyambut baik Koalisi Indonesia Bersatu yang digagas Golkar, PAN dan PPP. namun, kader di tataran Kabupaten/Kota masih menunggu instruksi dari pimpinan untuk menindaklanjuti serta menguatkan Koalisi Indonesia Bersatu.

Hal tersebut disampaikan serempak tiga ketua partai di Kota Depok, yakni Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok, Farabi A. Rafiq, Ketua DPD PAN Kota Depok, Igun Sumarno dan Ketua PPP, Mazhab HM saat dikonfirmasi Radar Depok, Selasa (17/05).

“Tentu kami memyambut baik, komunikasi yang dijalin pemimpin kami di pusat. Dan, kami siap menjalankan sampai tingkat Kota Depok,’ tutur Farabi.

Politikus bergelar doktor ini mengungkapkan, Koalisi Indonesia Bersatu termasuk paket komplit, karena terdiri dari unsur nasionalis yang melekat di Golkar.

“Sedangkan PAN dan PPP sebagai partai religius,” ujarnya.

Memenuhi persyaratan PT, akan menjadi magnet untuk partai lain, tinggal meramu untuk menentukan Capres dan Cawapres saja.

Diketahui, merujuk hasil Pemilu 2019, Partai Golkar memiliki 85 kursi DPR, PAN 44 kursi, dan PPP 19 kursi. Jumlah 148 kursi tiga partai tersebut mencapai 25,7 persen. Dan, Koalisi Indonesia Bersatu ini sudah melebihi syarat minimal presidential threshold, yakni 20 persen kursi nasional.

Pihaknya sendiri pun akan bergerak untuk memperkuat serta menyosialisasikan KIB, serta meningkatkan komunikasi dengan PAN dan PPP.

“Kami menunggu instruksi dari Jawa Barat, begitu pimpinan kami di Jabar sudah memberi lampu hijau, maka kami akan bergerak lebih massif lagi,” kata Farabi.

Hal senada diutarakan, Ketua DPD PAN Kota Depok, Igun Sumarno. Dia pun melihat Koalisi Indonesia Bersatu yang dibangun pimpinan di pusat merupakan poros tengah dan menjadi poros solusi.

“Jadi, sebagai penyeimbang dan sangat luar biasa menurut saya,” kata Igun Sumarno.

Igun Sumarno mencontohkan, awalnya politik di Indonesia diibaratkan hanya ada dua kutub, yakni Kutub Utara dan Kutub Selatan. Ternyata, setelah dibangun Koalisi Indonesia Bersatu, ada poros di tengah.

“Jadi buat kita, sebagai kader di Depok, terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu menjadi sebuah solusi dan sangat luarbiasa. Ini sangat berpotensi,” paparnya.

Dengan adanya Koalisi Indonesia Bersatu, Igun Sumarno menilai dapat menambah nilai tawar partai, serta dapat menjadi magnet bagi partai lain untuk bergabung. Sehingga, kedepannya, koalisi ini dapat diperhitungkan oleh koalisi lain.

“Kami pun sudah menjalin komunikasi dengan Golkar dan PPP di Depok, meski saat ini masih bersifat informal. Semua sudah merespon Koalisi Indonesia Bersatu. Dan, jika diterapkan di Depok pun hebat juga,” bebernya.

Igun Sumarno yang juga Anggota Badan Kehormatan DPRD Kota Depok ini pun menganggap bahwa Koalisi Indonesia Bersatu merupakan koalisi yang berkualitas, mumpuni, bermakna dan memiliki solusi guna memilih serta mencari pemimpin bangsa.

“Kami pada prinsipnya sebagai kader tetap fatsun dan Samina Wa Atho’na dengan keputusan pimpinan. Dan, kami menunggu instruksi dari pimpinan,” tandas Igun Sumarno.

Terpisah, Ketua DPC PPP Kota Depok, Mazhab HM menuturkan bahwa terkait Koalisi Indonesia Bersatu, pihaknya belum mendapat arahan secara detail dari DPP. Sebab, jika kerjasama antar partai politik sangat sulit diimplementasikan di lapangan.

“Karena itu, kami menunggu arahan lebih dulu. Tapi, kalau koalisi Pilpres, kami agak mudah mencernanya,” kata Mazhab.

Namun, Mazhab melanjutkan, kaitan Koalisi Indonesia Bersatu berdasarkan pemberitaan merupakan kerjasama antar partai. Sehingga, pihaknya belum mengambil langkah dan menunggu instruksi dari DPP.

“Dari PPP, Golkar dan PAN, memang sudah memenuhi persyaratan terkait presidential threshold. Tentu, ini memang akan mengarah ke koalisi Pilpres. Namanya politik kan dinamis, 2024 masih dua tahun lagi, jadi segala sesuatu masih bisa saja terjadi, masih sangat dinamis,” pungkas Mazhab. (cky)

Editor : Ricky Juliansyah