PTM : Suasana siswa-siswi di SMP Triguna, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong ketika hari pertama masuk sekolah usai libur panjang Idul Fitri 1443 H. GERARD SOEHARLY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM  – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok belum juga membuka butir–butir Surat Edaran (SE) Walikota Depok, tentang pencegahan penularan Hepatitis Akut, khususnya untuk anak. Yang jelas  Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pemerintah untuk melakukan pengawasan dan evaluasi Pelajaran Tatap Muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen.

Sekretaris Dinkes Depok, Rani Martina mengatakan, isi SE Walikota Depok kemungkinan berisikan imbauan mengenai cara pencegahan penularan hepatitis. Seperti, mencuci tangan, meminum air bersih dan matang, makan makanan yang bersih dan matang penuh, membuang tinja dan popok pada tempatnya, mengguanakan alat makan sendiri–sendiri. “Kebijakan makan di kantin masih dilarang dalam protokol kesehatan Covid-19, yaitu mewajibkan anak makan dengan makanan dan tempat makan yang dibawa dari rumah masing – masing,” tuturnya kepada Harian Radar Depok, Jumat (13/5).

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Mary Liziawati mengatakan, di Kota Depok terdapat 38 Puskesmas dan 24 Rumah Sakit. Termasuk, klinik dan praktek mandiri.

“Sudah kami lakukan sosialisasi kepada seluruh pelayanan kesehatan, Insya Allah semuanya siap meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus hepatitis,” tuturnya saat menyampaikan materi pada Kegiatan Webinar Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Dini Lonjakan Kasus Hepatitis Akut secara virtual, Jumat (13/5).

Lebih lanjut, Mary menambahkan, jika ditemui kasus hepatitis dengan gejala awal, maka akan dilakukan pemeriksaan fungsi hati. Dari 38 Puskesmas di Kota Depok, terdapat 19 Puskesmas yang dapat melakukan pemeriksaan fungsi hati.

Adapun 19 Puskesmas tersebut antara lain Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Pancoranmas, UPTD Puskesmas Rangkapan Jaya, UPTD Puskesmas Cimanggis, dan UPTD Puskesmas Sawangan. Kemudian UPTD Puskesmas Pasir Putih, UPTD Puskesmas Pengasinan, UPTD Puskesmas Cinangka, dan UPTD Puskesmas Limo.

Selanjutnya, tambah Mary, UPTD Puskesmas Sukmajaya, UPTD Puskesmas Abadijaya, UPTD Puskesmas Baktijaya, dan UPTD Puskesmas Beji. Lalu, UPTD Puskesmas Tanah Baru, UPTD Puskesmas Cipayung, dan UPTD Puskesmas Cilodong.  “Juga bisa dilakukan pemeriksaan fungsi hati di UPTD Puskesmas Cinere, UPTD Puskesmas Tapos, UPTD Puskesmas Bojongsari, dan UPTD Puskesmas Duren Seribu,” bebernya.

Sebelumnya, Pemkot Depok berencana akan mengeluarkan surat ederan (SE) walikota terkait kewaspadaan penyakit mematikan tersebut.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pemerintah untuk melakukan pengawasan dan evaluasi Pelajaran Tatap Muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen. Menurutnya, hal ini menjadi penting untuk dilakukan agar dapat mencegah penularan kasus hepatitis akut misterius.

“Jangan 100 persen lagi agar dapat melihat perkembangan kasus misterius ini dan sebagai bentuk pencegahan,” kata Komisioner KPAI Retno Listyarti dalam keterangan tertulis.

Ia juga menyoroti aturan Surat Keputusan Bersama atau SKB 4 Menteri yang mengizinkan membuka kembali kantin sekolah dengan kapasitas pengunjung maksimal 75 persen.

Menurutnya, aturan yang tertuang dalam SKB 4 Menteri yang diteken oleh Mendikbudristek, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri itu perlu dievaluasi kembali mengingat virus hepatitis akut misterius yang menyasar anak-anak menular melalui saluran pencernaan dan saluran pernafasan.

“Surat Edaran Sekjen Kemendikbudristek terkait penyelenggaraan PTM, di antaranya sudah boleh membuka kantin di sekolah dengan batasan pengunjung 75 persen. Hal ini penting dievaluasi kembali karena penularan hepatitis akut melalui saluran pencernaan dan saluran pernafasan,” ujar Retno.

Melihat kondisi ini, Retno mengimbau kepada para orangtua agar membekali anak-anak ke sekolah dengan makanan dan minuman dari rumah yang sudah pasti terjamin kebersihannya. “Jangan jajan atau beli sembarangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Retno menuturkan untuk mencegah penularan dari saluran pencernaan, maka sekolah harus memberikan himbauan kepada warga sekolah dan orangtua untuk menjaga kebersihan dengan cara mencuci tangan menggunakan sabun, memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi matang, tidak menggunakan alat makan bersama orang lain. “Serta menghindari kontak anak-anak kita dari orang yang sakit agar anak-anak kita tetap sehat,” tuturnya.

Kemudian untuk mencegah penularan hepatitis akut misterius melalui saluran pernapasan, Retno menegaskan, warga sekolah dan orangtua harus selalu menerapkan protokol kesehatan Covid-19 seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas.

Diketahui sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Wijayanto menyebutkan, belum ada langkah pencegahan yang dilakukan pihaknya. Kendati demikian, dia tetap menekankan agar satuan pendidikan tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19. “Ga ada, biasa aja. Tetap prokes,” singkatnya saat dikonfirmasi Harian Radar Depok, Kamis (12/5).(dra/rd)

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar 

Editor : Fahmi Akbar