LAYANI PEMOHON : Pegawai Kanim Kelas I Non TPI Depok sedang melayani pemohon paspor, di ULP Detos. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Unit Layanan Paspor (ULP) Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Kota Depok, di Lantai 3 Mall Depok Town Square (Detos) semakin banyak menerima pemohon paspor.

Hal ini sudah terjadi sejak ULP tersebut dibuka kembali, pasca tutup hampir dua tahun akibat pandemi Covid-19. 

“ULP ini baru buka lagi sejak pertengahan April kemarin, dan langsung disambut antusias masyarakat,” kata Penanggugjawab ULP Detos, Yuris Stiawan, Jumat (20/05).

Dia mengungkapkan, dalam sehari pemohon yang datang untuk mengurus dokumen perjalanan luar negeri bisa mencapai 60 orang. Padahal, ULP Detos hanya menyediakan kuota permohonan sebanyak 40 permohonan per harinya. 

“Kuota dibagi menadi dua bagian, kuota permohonan online 25 dan kuota prioritas 15,” ucapnya. 

Yuris mengaku, antusias masyarakat yang tinggi ini seharusnya dimaksimalkan dengan penambahan kuota. Namun, untuk menambah kuota di sana mereka memiliki hambatan seperti perangkat pelayanan dan lokasi ruang tunggu pelayananan yang terbatas. 

“Lokasi kita sekarang ini kapasitasnya hanya 25 orang dalam sekali pelayanan. Maka dari itu kami sedang mengupayakan dengan manajemen Detos untuk bisa menambah areal pelayanan dan ruang tunggu pelayanan,” bebernya. 

Dia menjelaskan, kemungkinan dalam waktu dekat pihaknya akan membahas rencana penambahan areal pelayanan dan ruang tunggu dengan manajemen Detos. Sebab, Kanim Kelas I Depok berencana untuk menambah kuota permohonan paspor sebanyak 20 kuota. 

“Kalau seandainya ada kesepakatan dengan manajemen Detos, Insya Allah di sini bisa menampung 60 pemohon perhari,” terangnya. 

Dia menambahkan, pada dasarnya ULP dibuat untuk mengurangi beban pelayanan di Kanim Kelas I Non TPI Kota Depok, di Jalan Boulevard GDC. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu ULP Detos juga mengalami peningkatakan pemohon yang sangat signifikan. 

“Sebenarnya kita ini sifatnya bantuan pelayanan aja, tapi antusias masyarakat untuk membuat pasport belum terbendung makanya di sini juga sama padatnya dengan di Kanim Kelas I Depok,” tutupnya. (rd/dra)

 

Jurnalis : Indra Abertnego 

Editor : Pebri Mulya