Pinangki Sirna Malasari sidang
Pinangki Sirna Malasari saat menjalani sidang mengenakan hijab.

RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Polemik larangan terdakwa memakai atribut keagamaan saat persidangan mendapatkan respon dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah, Cholil Nafis.

Ia mengaku setuju dengan kebijakan Jaksa Agung ST Burhanuddin melarang terdakwa yang mendadak mengenakan atribut keagamaan. Padahal terdakwa sebelumnya tidak pernah mengenakan atribut tersebut.

“Setuju Pak Jaksa Agung RI. Saya dulu bertanya-tanya kenapa terdakwa ke persidangan pakaiannya mendadak kaya orang saleh,” tulis Cholil melalui akun twitter pribadinya (@cholilnafis).

Cholil juga mengaku risih apabila melihat pakaian simbol umat Muslim itu dikenakan oleh para pelaku kejahatan.

Pelarangan tersebut, agar tidak ada pemikiran di masyarakat bahwa atribut keagamaan digunakan oleh pelaku kejahatan di saat-saat tertentu saja.

Baca juga : Dandim Depok Geram Mampang Banjir, Rumah Dinas Anggota Terendam

Salah satu contoh terdakwa yang mendadak alim dengan mengenakan hijab saat sidang adalah mantan Jaksa Pinangki Sirna Malasari. Ia terjerat kasus suap Djoko Tjandra.

Selama sidang Pinangki memakai hijab dan gamis, padahal saat penyidikan dan pemeriksaan ia tak mengenakan pakaian seperti itu.

Kemudian saat dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang, Pinangki pun sudah tak memakai hijab lagi. Rambutnya terlihat jelas dalam foto yang dibagikan jaksa beberapa waktu lalu. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya