SOSIALISASI : Anggota DPRD Jawa Barat, Rizki Apriwijaya berbicara wabah PMK usai menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Jalan Abdul Wahab Nomor 26, RT02/05 Kelurahan Sawangan, Kecamatan Sawangan, Rabu (18/05). RICKY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Pelaksanaan Idul Kurban atau Idul Adha 1443 Hijriah dihantui wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Namun, Anggota DPRD Jawa Barat, Rizki Apriwijaya meminta agar masyarakat tidak panik dan wabah tersebut dipastikan tidak menular kepada manusia.

“Kami harap masyarakat tidak panik dan tentunya tidak menciptakan kondisi panik,” kata Rizki Apriwijaya kepada Radar Depok usai menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Jalan Abdul Wahab Nomor 26, RT02/05 Kelurahan Sawangan, Kecamatan Sawangan, Rabu (18/05).

Sebab, sambung politikus milenial Gerindra ini, berdasarkan pada temuan PMK puluhan tahun lalu, upaya penanganan dilakukan dengan pemusnahan masal. Namun, kali ini dari Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menekankan agar penanganan ternak terpapar dengan disuntikan vitamin, antibiotik dan penurunan suhu tubuh.

“Tentu saja, upaya tersebut dinilai manjur. Karena dalam dua hari sudah terjadi pemulihan,” tutur Rizki Apriwijaya.

Diketahui, wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) dipastikan tidak menular kepada manusia. Hal tersebut ditegaskan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat berkunjung di Boyolali kemarin (13/5).

Penanganan tepat dengan suntikan vitamin dan antibiotik dinilai berhasil mempercepat penyembuhan PMK. Namun, jika ditemukan transmisi lokal maka tindakan darurat berupa lockdown akan dilakukan. (cky)

Editor : Ricky Juliansyah