LAYANI : Sejumlah warga Kota Depok menggunakan moda transportasi KRL Commuterline dalam beraktivitas sehari-hari. DOK RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Kereta mania Kota Depok mesti banyak-banyak sabar. Mulai 28 Mei, rute Depok menuju Stasiun Sudirman, Stasiun Tanah Abang, Stasiun Jatinegara, dan Stasiun Bekasi dihapus. Perubahan tersebut  seiring rencana pelaksanaan switch over (SO) ke-5 di Stasiun Manggarai. Jadi, kereta rel listrik (KRL) Commuterline hanya melani Depok hingga Jakarta Kota.

Vice President (VP) Corporate Communication Secretary KAI Commuter, Anne Purba mengatakan, dalam pelaksanaan SO ke-5 tersebut, perjalanan KRL lintas Bogor hanya melayani relasi Bogor, Depok, dan Nambo menuju Jakarta Kota melalui Stasiun Manggarai. “Seluruh perjalanan KRL pada lintas tersebut akan dilayani di peron jalur 10, 11, 12, dan 13 Stasiun Manggarai,” ujar Anne kepada Harian Radar Depok, Minggu (22/5).

Baca Juga : Tambah Armada, PT KAI Akan Beli Kereta Buatan Madiun, Jawa Timur

Rute KRL Commuterline yang menuju Stasiun Tanah Abang, Stasiun Sudirman, dan Stasiun Kampung Bandan dihapus. Para pengguna yang akan menuju Stasiun Sudirman, Stasiun Tanah Abang, Stasiun Jatinegara, dan Stasiun Bekasi dapat melakukan transit di Stasiun Manggarai, dan menunggu keberangkatan KRL di peron jalur 6 atau 7.

Anne mengungkapkan, demi mendukung pola operasi tersebut, nantinya jumlah perjalanan KRL lintas Bogor/Depok/Nambo sebanyak 406 per hari. Untuk penomoran perjalanan KRL relasi Bogor/Depok menuju Jakarta Kota yaitu 4.000 sampai 4.499 dan perjalanan KRL relasi Nambo menuju Jakarta Kota yaitu mempunyai nomor perjalanan 4.500 sampai 4.999.

Pada SO ke-5 ini, kata Anne, kecepatan perjalanan KRL Commuterline lintas Bogor akan mengalami perubahan. Sebelumnya kecepatan maksimal hanya 70 km per jam, kini meningkat menjadi 90 km per jam dari Stasiun Manggarai menuju Stasiun Jakarta Kota, dengan jarak waktu antara rata-rata lima menit. “Sementara kecepatan perjalanan dari Bogor menuju Manggarai masih tetap 70 km per jam, dengan headway perjalanan rata-rata lima menit,” ujarnya.

Melayani pengguna KRL, ujar Anne, KAI Commuter mengoperasikan 1.054 perjalanan KRL di wilayah Jabodetabek setiap harinya mulai pukul 04:00 sampai 00:00 WIB. Lebih lanjut, Anne meminta kepada seluruh pengguna KRL Commuterline Jabodetabek untuk selalu mematuhi protokol kesehatan yang berlaku dan ikuti arahan petugas di stasiun.

Pengguna KRL, Hasan Basri mengaku, sangat menyesali dengan adanya perubahan jadwal tersebut. Mengingat, dia sehari-harinya bekerja di daerah Tanah Abang. Bila harus transit membutuhkan waktu lagi untuk berjalan. “Saya juga belum tahu apakah nanti bayar lagi saat naik KRL menuju tanah abang,” singkat warga Kelurahan Pancoranmas, Kota Depok ini.

Pengguna KRL lainnya, Sri Haryani mengungkapkan, ada perubahan jadwal tapi kenapa pengguna kereta yang dikorbankan. Bila seperti inikan memakan waktu lagi, apalagi keadaan tenpat peron butuh waktu ketempatnya. Belum nunggu kereta datang. Semestinya, ada perencanaan yang matang agar pengguna tidak dikorbankan. “Ya jelas merugikan kami yang menuju Sudirman. Perlu waktu lagi ke peron dan menunggu kereta,” tandas warga Kelurahan Depok Jaya ini.(rd)

Editor : Fahmi Akbar