Artikel Hari Kebangkitan Nasional heri Solehudin
Oleh  : Dr. Heri Solehudin Atmawidjaja*)

RADARDEPOK.COM, Hari ini kita kembali memperingati salah satu etape perjalanan bangsa kita yaitu hari Kebangkitan Nasional yang merupakan tonggak sejarah kebangkitan putra putri bangsa yang pada gilirannya mampu menorehkan tinta emas dalam sejarah perjalanan bangsa kita.

Kebangkitan Nasional memiliki makna atau arti yang sangat dalam bagi Bangsa Indonesia. Kebangkitan nasional merupakan titik awal mula bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme. Selain itu juga menjadi titik tumbuhnya kesadaran masyarakat Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.

Kebangkitan Nasional dalam Sejarah

Sedikit melihat ke belakang, pada tanggal 20 Mei 1908 berdiri sebuah organisasi yang menjadi pelopor pergerakan nasional anak bangsa, yakni Boedi Oetomo. Boedi Oetomo merupakan organisasi pelajar yang bergerak di bidang sosial, ekonomi, dan kebudayaan yang bersifat nonpolitik.

Pada awalnya, Boedi Oetomo merupakan sebuah organisasi yang didirikan akibat adanya kebijakan politik etis yang dicanangkan oleh Van Deventer pada masa penjajahan Belanda. Politik etis adalah pemikiran bahwasanya pemerintah kolonial Hindia Belanda memiliki tanggung jawab secara moral kepada pribumi yang telah membantu mereka mencapai kemakmuran dan kesejahteraan. Dalam perancangannya, politik etis ini memiliki tiga program utama atau trias politika, yang berfokus pada irigasi, emigrasi, dan edukasi.

Seiring perjalanan waktu konsep Boedi Oetomo kemudian banyak dicontoh dan mempelopori lahirnya organisasi pergerakan serupa di berbagai daerah di Indonesia, seperti Indische Partij, Perhimpunan Indonesia, Muhammadiyah, dan yang lainnya. inilah cikal bakal yang kemudian melahirkan kekuatan-kekuatan besar republik ini.

Kebangkitan dari Pandemi

Hari Kebangkitan Nasional tentunya masih tetap relevan dengan kondisi Bangsa indonesia saat ini. Semangat Budi Utomo yang menggelorakan Kebangkitan Nasional 114 tahun yang lalu, dapat menjadi ruh perjuangan kita, bangkit  melawan perang besar bangsa ini yaitu bangkit melawan kemiskinan dan kekuatan oligarki.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa bangsa kita saat dihadapkan pada dua persoalan serius yaitu persoalan ekonomi yang sejak beberapa tahun belakangan ini semakin merosot, karena fundamental perekonomian kita yang lemah ditambah sejumlah kebijakan tidak cermat yang hanya membebani keuangan negara.

Pandemi  yang melanda tanah air bahkan dunia selama dua tahun terakhir ini sering menjadi alasan sebagai penyebab utama lemahnya pertumbuhan ekonomi kita, padahal menurut pendapat para ekonom bahwa sebelum pandemi melanda, fundamental ekonomi kita memang sudah lemah, sehingga ketika pandemi melanda semakin bertambah parah, meningkatnya angka pengangguran akibat banyak PHK, para pengusaha UMKM banyak yang terpaksa harus gulung tikar dan sejumlah persoalan lainnya, yang hingga hari ini pemerintah belum mampu menjadi panglima kebangkitan ekonomi kita.

Pada sisi yang lain, dominasi kelompok oligarki masih begitu berjaya meskipun mafia minyak goreng sudah dibekuk oleh kejaksaan. Kelompok oligarki inilah yang selalu paling berkuasa, berkuasa secara politik dan menguasai perputaran ekonomi kita, sehingga mereka  dapat menentukan arah kebijakan pemerintah saat ini.

Pemerintahan saat ini terlalu lemah ketika berhadapan dengan kepentingan para pemilik modal. Contoh terakhir adalah ketika Presiden Jokowi harus jauh-jauh terbang ke Amerika merayu bos Tesla Ellon Musk untuk berinvestasi di Indonesia. Logika terbalik yang dilakukan pemerintah saat ini, yang seharusnya menjaga wibawa bangsa, takluk dihadapan pemilik modal.

Maka dengan semangat dan momentum Kebangkitan Nasional ini, saatnya lahir para pelopor muda penggerak perubahan Indonesia agar menjadi lebih bermartabat, lebih berkeadilan dan lebih manusiawi. Wallahu’alam.

*)Penulis: Dr. Heri Solehudin Atmawidijaja (Pengamat Sosial Politk Pascasarjana Uhamka, Anggota Forum Doktor Sospol UI, Direktur Heri Solehudin Center).