MASIH SEPI : H+9 lebaran diruas Jalan Raya Cinere, Kecamatan Cinere masih terlihat lengang. ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM – Meskipun kegiatan pelayanan publik dan aktivitas usaha ekonomi masyarakat sudah menggeliat. Tapi tak serta merta berdampak terhadap kondisi kepadatan lalu lintas disejumlah ruas jalan raya. H+9 lebaran diruas Jalan Raya Cinere masih terlihat lengang begitu juga dengan sejumlah ruas jalan lain seperti Jalan Raya Limo, Jalur Mampang – Gandul dan Jalur Gandul – Pangkalanjati.

M. Nasir salah satu pengguna jalan mengatakan, lengang nya sejumlah ruas jalan raya pada pekan pertama masuk kerja, disebabkan beberapa faktor. Diantaranya karena sebagian warga masih berada di kampung halaman pasca libur panjang lebaran serta berbagai faktor lainnya.

“Masih banyak warga yang belum balik dari kampung dan yang pasti hingga hari Rabu anak sekolah belum masuk sekolah, ini yang menurut saya menjadi penyebab aktivitas lalu lintas masih terlihat sepi,” ujar Nasir.

Pernyataan senada dilontarkan Edi Martono salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Cinere. Dia memperkirakan kondisi normal aktivitas lalu lintas di sejumlah ruas jalan raya akan terjadi pada pekan kedua pasca liburan Idul Fitri. Pekan pertama masuk kerja memang kondisi arus lalu lintas masih relatif sepi, ini terjadi hampir di semua jalur ruas jalan di wilayah Kecamatan Cinere dan sekitarnya.

“Tapi saya yakin mulai Senin pekan kedua masuk kerja, kondisi kemacetan disejumlah ruas jalan akan kembali terjadi bahkan mungkin lebih padat dari sebelum bulan puasa,” ungkap Edi Martono.

Selain ruas Jalan Raya Cinere, sejumlah ruas Jalan Raya di wilayah Kecamatan Cinere dan Limo masih rentan terjadi kemacetan. Hal ini disebabkan pertambahan unit kendaraan tidak seimbang dengan ketersediaan ruas jalan yang mumpuni. “Setiap hari jumlah kendaraan bertambah, sementara bidang jalan tidak ditambah atau tidak ada pelebaran ruas bidang jalan, ini yang menyebabkan kemacetan di hampir semua jalur terus meningkat,” ujarnya.

Selain itu, Martono juga menyoroti banyaknya aktivitas masyarakat diseputar ruas jalan yang juga menambah kesemrawutan di kawasan jalan raya. Banyak pedagang liar dipinggir jalan yang tidak ditertibkan. “Begitu juga dengan pengendara yang kerap mengoptimalkan bahu jalan untuk memarkir kendaraannya membuat kondisi kemacetan semakin sulit diatasi,” imbuhnya.

Terpisah, Rohmain salah satu warga Kelurahan Gandul, menyoroti soal tindaklanjut pelebaran bidang jalan dan penataan saluran air (Drainase) di Jalur Gandul – Pangkalanjati. Kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas di jalur Gandul-Pangkalanjati disebabkan dua hal yakni kerusakan bidang jalan. Karena kerap terendam air saat hujan, dan kapasitas daya tampung bidang jalan yang tidak seimbang dengan volume kendaraan yang melintas. “Ini harus menjadi perhatian Pemerintah,” tandas Boge. (ger)

Jurnalis : Gerard Soeharly

Editor : Ricky Juliansyah