SEBUAH institusi pendidikan perguruan tinggi tidak hanya sebagai tempat untuk kepentingan akademik, tetapi juga sebagai wadah menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan memberikan sumbangsihnya kepada masyarakat dalam membangun bangsa.

Sebagai universitas yang selalu ingin berkontribusi nyata untuk masyarakat Indonesia, Universitas Indonesia (UI) terus berinovasi dalam mewujudkan entrepreneurial university yang mendukung kemandirian universitas dalam mengembangkan riset-riset yang berguna bagi masyarakat luas.

Berbagai produk inovasi hasil riset para peneliti UI terus diciptakan guna memberikan solusi bagi bangsa. Salah satunya dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) yang menghasilkan Telemedicine with Data Science and AI based Application. Produk ini dikembangkan untuk mendeteksi berbagai penyakit melalui mata manusia yang merupakan salah satu bagian dari ATM-Sehat.

Selain FMIPA, Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) juga meghadirkan tiga produk inovasi unggulan yang diharapkan mampu menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan gigi karies. Berdasarkan Hasil riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 yang menyatakan proporsi terbesar masalah gigi di Indonesia adalah gigi karies, atas dasar tersebut para periset FKG UI menciptakan Vaksin DNA dan IGY Kuning Telur (Vaksin dan Obat Kumur Pencegah Karies Gigi), Flolis (Fluoride Propolis Pencegah Karies Email dan Dentin) dan Light Curing Unit yaitu alat polimerisasi berbasis sinar.

Hasil kolaborasi yang juga turut memberikan solusi di era pandemi Covid-19 adalah Oksigenku IoT. Alat ini hasil kolaborasi antara FTUI, FKUI, ATMI Healthcare, RSUP Persahabatan, dan Perhimpuan Dokter Paru Indonesia (PDPI). Oksigenku IoT merupakan konsentrator oksigen yang dapat menyesuaikan saturasi oksigen pasien secara otomatis dengan memanfaatkan teknologi IoT. Alat ini didesain sederhana agar mudah dipindahkan dan memiliki keunggulan yaitu harga lebih murah, pengaturan secara otomatis, output oksigen hingga 95% dengan flow hingga 3 liter/menit, serta kuat dan tidak mudah rusak.

Tidak hanya itu, atas kerja sama UI dengan PT Digital Sehat Indonesia (PT DSI) dan PT Cex Up melahirkan aplikasi yang memungkinkan seseorang melakukan konsultasi melalui aplikasi kesehatan dengan nama RSTelemed. Salah satu keunggulan dari aplikasi ini adalah dapat mendeteksi pasien yang menggunakan aplikasi kesehatan tersebut dengan perawat yang datang ke rumah, lalu menge-cek riwayat kesehatan atau menggunakan data yang sudah terdeteksi melalui RSUI.

Aplikasi ini dikembangkan untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses fasilitas dan layanan kesehatan, terutama yang berada di daerah pedalaman di Indonesia. RSTelemed telah melakukan penelitian ke Suku Baduy yang berada di Banten dengan mendatangkan pasien dari suku tersebut untuk melihat kondisi kesehatan dan mengkonsultasikan ke dokter yang ada di rumah sakit.

Produk-produk inovasi yang telah dilahirkan dari para periset UI ini sebagai bukti nyata bahwa UI terus berkomitmen mendorong mengembangkan berbagai riset dan ikut berperan dalam proses-proses transformasi dalam mewujudkan kemandirian bangsa. Masih banyak berbagai produk inovasi UI lainnya yang turut serta berkontribusi dalam membangun bangsa. Hal ini juga memperlihatkan bahwa universitas harus mampu mencetak sumber daya unggul yang dapat mengaplikasikan ilmunya dengan memberikan karya dan kontribusi terbaik untuk lingkungan dan negaranya.

###

Maudisha AR