radar gadungan
WASPADA : Dua wartawan yang mengaku sebagai Radar Kriminal yang mengaku Radar Grup ketika melalukan peliputan di salah satu tempat dengan narasumber pengacara di Kota Depok.

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Menjadi media besar di Kota Depok, membuat Radar Depok atau Radar Bogor Grup dijadikan alasan wartawan tidak bertanggungjawab untuk meraup keuntungan, baik segi uang maupun kepercayaan narasumber.

Terbaru, laporan tersebut masuk ke meja redaksi Radar Depok sebanyak dua kali. Pertama, kejadian bocah tenggelam di lokasi Taman Herbal Insani, Bojongsari. Kedua, laporan yang disampaikan langsung seorang pengacara, Tatang Supriyadi.

Tentunya kejadian sangat merugikan Radar Depok dengan narasumber yang telah berjalan dengan baik.

Pengacara Tatang Supriyadi mengatakan, bahwa ada ada dua orang pria dan wanita datang menemuinya, sehingga kejelasannya dipertanyakan ke jajaran redaksi.

“Jujur saya ragu. Makanya saya hubungi redaksi Radar Depok. Ternyata kedua orang itu tidak dikenal,” ungkapnya, Kamis (19/5).

Kedua wartawan yang mengaku Radar Grup tersebut diduga sebagai pasangan suami istri yang memanfaat situasi. Hal ini karena kehadiran keduanya berbarengan ke lokasi.

Salah satu rekan media dari televisi juga mengakui bertemu dengan kedua wartawan yang mengaku Radar Grup.

“Iya saya juga ketemu. Langsung saya lapor ke abang, kebenarannya,” kata rekan media yang tak ingin disebut identitasnya.

Atas pengakuannya, ini kedua kali dirinya bertemu wartawan yang mengaku Radar Grup di lokasi. Tapi tidak kenal sama sekali.

Keraguannya semakin tepat ketika tidak ada identitas serta tidak melalukan perekaman secara baik dan benar, selayaknya jurnalis Radar Depok.

“Yang pertama kali saya ketemu di kolam renang Taman Herbal Insani, saat insiden bocah tenggelam waktu wawancara pengelola tempat wisata itu,” ungkapnya.

Ciri-cirinya, usianya sudah tua, lalu perlengkapan meliput juga tidak mendukung. Bahkan setelah dilongok telepon genggam wartawan tak jelas itu tidak merekam sama sekali.

“Saya lihat langsung kalau tidak merekam sama sekali, cuma dikeluarkan aja handphonenya,” lanjutnya.

Redaksi Radar Depok maupun Radar Bogor Grup memastikan seluruh wartawannya dibekali identitas secara lengkap. Setiap narasumber berhak bertanya terkait identitas tersebut demi keamanan serta kenyamanan bersama.

Bila terjadi yang tidak sesuai prosedur karena tidak ada identitas dan lainnya, narasumber berhak melaporkan kejelasannya ke redaksi Radar Depok,” tandas Redaktur Pelaksana Radar Depok, Fahmi Akbar. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro