HADIRI : Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Depok Sonny Agustinus (kanan) saat menghadiri kegiatan bazar SPT Tahunan di KPP Pratama Cimanggis. FOTO:ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM – Wajib Pajak (WP) Cimanggis diajak oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Depok-Cimanggis untuk mengikuti Program Pengungkapan Sukarela (PPS). Terlebih KPP Pratama Depok-Cimanggis mengimbau untuk WP segera mengikutinya sebelum batas akhir yang ditentukan. Program PPS dimulai dari 1 Januari hingga 30 Juni 2022.

“Berdasarkan data kami hingga Jumat 20 Mei 2022, capaian PPS KPP Pratama Cimanggis sebanyak 112 WP dengan setoran PPh sebesar Rp14.662.899.666, dengan nilai harta bersih yang dilaporkan sebesar Rp152.487.126.202,” ujar Kepala KPP Pratama Depok – Cimanggis, Sonny Agustinus kepada Radar Depok.

Sonny mengatakan, PPS ini hanya berjalan enam bulan dan rate-nya sama dari Januari hingga Juni. PPS tersebut memberikan kesempatan kepada WP untuk melaporkan dan mengungkap kewajiban perpajakan yang belum dipenuhi secarasukarela.

Lebih lanjut, Sonny menjelaskan, terdapat dua kebijakan dalam PPS. Pertama, diperuntukkan bagi peserta tax amnesty yang belum mengungkapkan harta dalam tax amnesty pada 2016. Kedua, bagi WP yang belum mengikuti tax amnesty dengan harta berasal dari penghasilan sejak 2016 hingga 2020, namun belum dilaporkan dalam SPT Tahunan 2020.

Kemudian, sambungnya, peserta yang mengikuti PPS tersebut akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Final yang tarifnya berbeda sesuai kondisi hartanya. Sebab, PPS menjadi kesempatan yang baik bagi WP yang sempat mengikuti tax amnesty untuk mengungkapkan semua harta yang belum dilaporkan.

“Kami ingatkan terdapat ancaman sanksi jika harta yang belum diungkapkan tersebut diketahui Ditjen Pajak. Nanti jika ternyata kami menemukan, akan didenda. Gunakan kesempatan ini kalau anda ingin menghindari sanksi yang 200 persen dengan masuk dalam PPS ini,” tutupnya.(rd/cr1)

Jurnalis : Andika Eka Maulana

Editor : Febrina