BERKEBUN : Ketua JBN, Ahmad Sastra Prayuanada melakukan pose ketika berkebun pada perkebunannya di Kampung Kekupu, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan. GERARD SOEHARLY/RADAR DEPOK

Yayasan Jelajah Bumi Nusantara (JBN) menyulap sebuah lahan tidak produktif di Kampung Kekupu, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan menjadi sebuah perkebunan.

Laporan : Gerard Soeharly

RADARDEPOK.COM – Hamparan tanah seluas satu hektar di Kampung Kekupu, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan terlihat indah. Dari kejauhan, terlihat jelas tanaman lidah buaya atau dengan nama latin aloevera yang berjajar rapi.

Di dekatnya, ada tanaman sayur mayur, seperti kangkung dan kacang panjang. Tidak hanya itu, memasuki halaman depannya terdapat tanaman hias yang melambai-lambai menyambut kedatangan pengunjung. Tidak jauh darisitu, ada juga kandang bebek.

Ketua JBN, Ahmad Sastra Prayuanada mengatakan, lahan tersebut akan disulap menjadi beberapa bidang yang dipergunakan untuk perkebunan, pertanian, perikanan dan peternakan. Namun, yang menjadi fokus pihaknya adalah lidah buaya atau aloevera.

“Visi dan misi Yayasan JBN terhadap perkebunan aloe vera di Depok ini adalah untuk percontohan artinya yayasan menggagas program ini supaya kedepannya membangun kemitraan dengan masyarakat,” kata dia kepada Radar Depok, Senin (16/05).

Nana -sapaannya- menjelaskan, masyarakat yang memiliki lahan minimal 100 meter dapat bergabung menjadi mitra resmi JBN. Nantinya, mereka akan diberikan bibit. Selanjutnya, hasil panen dari perkebunan itu akan dibeli atau disalurkan Tim JBN.

“Selain itu kita juga berikan bimbingan dari tahap pengolahan lahan, perawatan sampai tahap panen tetap akan diberikan edukasinya,” ujarnya.

Lebih lanjut, papar dia, pihaknya telah melakukan sosialisasi ke sejumlah wilayah, di antaranya kecamatan Tapos dan Cimanggis. Sehingga, dapat menarik minat masyarakat dalam mengelola lahan yang tidak produktif.

“Kemudian, kalau untuk pengembangan di Cianjur kita sudah siapkan lahan seluas 10 hektar, di Karawang ada 50 hektar itu adalah lahan perhutani. Kemudian, di Banten juga ada, dan disana semuanya baru dalam proses pembukaan lahan,” terang Nana.

Selain itu, ungkap Nana, pihaknya juga memfasilitasi home produksi untuk beberapa hasil panen seperti tanaman lidah buaya yang dapat dijadikan atau minuman.

“Mengenai hasil panen tanaman aloevera saat ini, untuk sementara disuplai ke pabrik yang berada di Sentul Bogor sebagai bahan dasar pembuatan kosmetik. Ada juga yang disuplai ke daerah Jawa, yaitu ke Surabaya,” tutupnya. (*)

Jurnalis : Gerard Soeharly

Editor : Ricky Juliansyah