kurikulum merdeka sawangan
WORKSHOP : Pengawas SD Kecamatan Sawangan, Suparno dan Hanik Nurlaela sedang memberikan materi tentang Kurikulum Merdeka ke guru-guru kelas I dan IV. FOTO : PEBRI/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, SAWANGAN – Menjelang penerapakan Kurikulum Merdeka di tahun ajaran 2022/2023, guru-guru SD-SD Negeri kelas I dan IV di Kecamatan Sawangan mengikuti Workshop Kurikulum Merdeka yang diadakan di SDN Pengasinan 3.

Kegiatan yang diadakan selama tiga hari dari 13 – 15 Juni tersebut, dibuka kegiatannya oleh Kabid SD di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Awang Abdurahman.

Ketua Pelaksana, Dodi Jumadi mengatakan, yang memberikan materi dalam kegiatan workshop tersebut adalah para pengawas SD di Kecamatan Sawangan, yakni  Suhendra J. Jalimun, Suparno, dan Hanik Nurlaela.

“Dilaksanakan selama tiga hari untuk memenuhi 32 jam pelatihan tentang Kurikulum Merdeka,” ucapnya kepada Radar Depok.

Dodi menuturkan, total ada 89 guru kelas I dan IV yang ikut serta dalam kegiatan tersebut, mereka berasal dari 21 SDN di kawasan Kecamatan Sawangan.

BACA : Baca Ketentuan Ini, Kalau Tidak Mau Ditegur Petugas Masjid Nabawi Saat Ibadah Haji

“Kurikulum Merdeka untuk tahap awal dilaksanakan guru kelas I dan IV. Adi secara secara bertahap sampai akhirnya tingkat kelas dalam penerapannya,” tuturnya.

Sementara itu, Pengawas SD Kecamatan Sawangan, Suparno menjelaskan, Kurikulum Merdeka tujuan dan programnya dalam rangka mewujudkan profil pelajar pancasila. Dimana, siswa yang diadalam pribadinya terdapat nilai-nilai profil pelajar pancasila.

“Ada beberapa indikator dalam penerapan Kurikulum Merdeka untuk profil pelajar pancasila,” terangnya.

Suparno menuturkan, indikator tersebut, yakni beriman, bertakwa, dan beraklak mulia, lalu kedua tentang bergotong royong jadi belajar berkolaborasi. Ketiga tentang kemandirian dalam kehidupan, dan keempat tentang kebhinekaan global, yakni memahami tentang warna warni kehidupan, seperti suku, agama dan hal-hal lainnya.

“Kelima tentang pola pikir yang kritis , sehingga bisa menenukan solusi dari berbagai permasalahan. Sedangkan keenam, yakni tentang siswa kreatif dan inovasi. Tetapi, tidak hanya untuk sendiri saja tetap bisa membagikan inovasi tersebut bisa masyarakat luas,” tuturnya. (rd)

 

Jurnalis/Editor : Pebri Mulya