rumah rusak di depok
PORAK PORANDA : Pemilik rumah yang hancur, Marvin Sitepu ketika memperlihatkan kondisi rumah yang rusak karena ada bangunan Aparkost The Yellow Dome, di RT01/03 Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Setelah dilakukan penelurusan Aparkost The Yellow Dome yang membuat rumah warga porak poranda semakin terbuka faktanya.

Pasalnya Aparkost milik PT SCC Investment Corporate telah menabrak aturan perizininan yang tertuang pada Perda Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Perubahan pada Perda Nomor 13 Tahun Tentang Bangunan dan Izin Mendirikan Bangunan, di Pasal 18 ayat 3.

Kuasa Hukum Warga, Krisda Hutabarat mengatakan, pembangungan Aparkost tersebut lebih dahulu dilakukan sebelum mendapatkan surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Pembangunan itu sekitar tahun 2016, tapi dari surat izin yang diberikan ke kami itu tahun 2019 diterbitkannya,” terangnya saat dikonfirmasi, Senin (6/6).

Diungkapkannya, surat IMB itu diberikan perwakilan Aparkost saat pertemuan dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Terpadu (DPMPSPT) Kota Depok beberapa waktu lalu.

“Saya sih janggal karena tulisannya burem dan tidak bisa dibaca jelas. Saya punya bukti surat IMB itu,” ungkap Krisda.

Ternyata awal pembangunan tersebut juga dibenarkan Ketua RT1/3, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Mursani, Dia menuturkan, pembangunan itu di mulai sekitar tahun 2016.

“Pembangunannya sudah lama mas, sekitar tujuh atau enam tahun lalu,” katanya kepada Radar Depok.

Namun ia memastikan, bila pembangunan tersebut telah meminta izin ke pihak lingkungan sekitar.

Terkait ganti rugi rumah yang rusak, Mursani mengklaim, bahwa Lurah dan beberapa aparat hukum setempat sudah menyambangi rumah warga yang porak poranda tersebut.

“Kemarin pak Lurah juga sudah datang buat cek lokasi rumah warga itu,” tambahnya.

Namun hal berbeda disampaikan pemilik rumah, Marvin Sitepu. Dirinya menyampaikan sampai saat ini tidak ada yang berkunjung ke kediamannya untuk menindak lanjuti laporannya yang sudah terhitung dua pekan lebih.

“Tidak, tidak ada yang datang ke sini bang. Belum ada itikad baik untuk perbaiki rumah saya,” jelasnya.

Untuk diketahui, Selasa 7 Juni 2022 (besok) akan dilakukan mediasi antar warga dan pihak Aparkost di Pemerintahan Kota Depok. (rd/arn)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Pebri Mulya