Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKB, M. Faizin. Istimewa

RADARDEPOK.COM – Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKB, M. Faizin mengapresiasi langkah kepolisian yang bertindak tegas terhadap promo yang dibuat Holywings. Namun, Faizin berharap agar kasus tersebut dapat diusut tuntas motifnya.

“Kami berharap agar parat penegak hukum segera melakukan proses hukum terhadap semua pihak yang terlibat dalam kegiatan promosi tersebut tanpa pandang bulu. Juga motifnya harus diusut tuntas,” kata Faizin kepada Radar Depok.

Diketahui, promosi tersebut berisi akan memberikan minuman beralkohol gratis bagi pemilik nama Muhammad dan Maria. Sontak strategi promosi Holywings ini menjadi viral dan dikecam berbagai pihak karena diduga melecehkan agama.

Dewan dari Dapil Jabar VIII (Kota Depok-Kota Bekasi) ini pun bersyukur bahwa semua kelompok Islam menolak promo yang dilakukan Holywings. hal ini, lanjut Faizin, menjadi bukti bahwa Indonesia menolak teori kebebasan yang kebablasan yang dianut barat.

“Alhamdulillah, seluruh kelompok Islam bergerak. Semoga ini menjadi pelajaran bagi pihak lain untuk membuat promosi atau iklan. Jangan sampai melukai hati umat agama mana pun dan membuat gaduh,” ucap Faizin yang juga Ketua DPC PKB Kota Depok ini.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan menetapkan 6 orang pegawai Holywings sebagai tersangka. Mereka diduga melanggar pidana usai membuat promosi minuman keras (miras) gratis bagi pemilik nama Muhammad dan Maria.

“Kami menetapkan 6 tersangka,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (24/06).

Keenam tersangka yakni SDR, 27, selaku creative director Holywings; NDP, 36, selaku head team promotion; DAD, 27, pembuat desain promo; EA, 22, tim admin media sosial; AAB, 25, selaku socmed officer; dan AAM, 25, selaku admin tim promo yang meminta permintaan pembuatan promo.

Penetapan tersangka ini dilakukan usai penyidik meningkatkan penyelidikan ke tahap penyidikan. “Mereka merupakan tim kreatif promosi, semuanya karyawan HW,” jelasnya.

Dalam kasus ini, penyidik menyita barang bukti berupa tangkapan layar unggahan promosi Holywings di media sosial, 1 unit komputer, 1 unit laptop, 1 unit handphone dan 1 unit hardisk.

Holywings melalui akun resmi Instagramnya juga telah menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa ini. Mereka berdalih jika manajemen tidak mengetahui perihal promosi Muhammad dan Maria tersebut.

“Terkait dengan viralnya unggahan kami menyangkut promosi dengan menggunakan nama Muhammad & Maria. Kami telah menindaklanjuti pihak tim promosi yang membuat promosi tersebut tanpa sepengetahuan manajemen Hollywings Indonesia, dengan sanksi yang sangat berat,” tulis Holywings.

Holywings juga menyangkal jika berniat mengaitkan unsur agama dalam promosi produknya. “Oleh karena itu kami meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Indonesia,” tutupnya. (jwp/cky)

Editor : Ricky Juliansyah