vaksin
ILUSTRASI VAKSIN : Pelaksanaan gebyar vaksinasi di SMPN 11, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos Kota Depok, 4 November 2021. DOK RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Sebelum nasi menjadi bubur. Vaksin Covovaxmirnaty atau Covovax yang tersebar pada Gebyar Vaksin Massal di sembilan kecamatan se-Kota Depok, diminta ditarik. Vaksin Covid-19 jenis Covovax yang sejatinya demi menangkal virus mematikan, justru kini difatwa haram Majelis Ulama Indonesia (MUI), akibat memanfaakan enzim dari pankreas babi.

Anggota Komisi D DPRD Depok, Suparyono mengungkapkan, waktu itu sudah ada putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK) terkait hal tersebut. Bahwa pemerintah tidak boleh memaksa masyarakat untuk melakukan vaksin yang terindikasi non halal. Jika Kota Depok didrop vaksin yang sudah ditetapkan non-halal.

Baca Juga : JPH Meningkatkan Daya Saing dan Nilai Tambah Produk Asli Depok

Maka, sambungnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok harus mengembalikan ataupun menukarnnya kembali dengan yang jelas halal. Vaksin yang tidak memiliki sertifikat halal atau kategori non-halal, bisa dikirim ke negara atau wilayah indonesia yang tidak mempermasalahkan hal tersebut.

“Ini menjadi catatan untuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Seharusnya semenjak ada keputusan MK tersebut, vaksin yang datang ke Indonesia ini seharusnya sudah halal semua. Di Indonesia itu mayoritas muslim. Gebyar vaksin yang diadakan ditiap kecamatan baiknya saat ini tidak menggunakan vaksin tersebut , ” tegas politisi Partai PKS ini.

Menimpali hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Mary Liziawati mengatakan, untuk saat ini dirinya masih menunggu arahan ataupun kebijakan dari Kemenkes maupun Provinsi Jawa Barat (Jabar). Memang saat ini ada Gebyar Vaksin Massal di sembilan kecamatan di Depok.

Sembilan kecamatan itu : Cipayung, Cimanggis, Bojongsari, Sawangan, Pancoranmas, Tapos, Cinere, Sukmajaya dan Limo. Vaksin yang digunakan jenis, Sinovac, Pfizer dan Covovax. “Dalam laporan yang diterima melalui pamflet ada sembilan kecamatan mengadakan gebyar vaksin. Dilaksanakan selama 12 hari sedari 21 Juni sampai 2 Juli,” bebernya kepada Harian Radar Depok, Minggu (26/6).

Baca Juga : Ingat, Vaksin Covid-19 Covovax di Depok Haram

Seperti diketahui Jumat (24/6), MUI memutuskan fatwa bahwa vaksin Covid-19 produksi Serum Institute of India Pvt dengan nama Covovaxmirnaty hukumnya adalah haram.
Hal itu termaktub dalam Fatwa Nomor 10 Tahun 2022 Tentang Hukum Vaksin Covid-19. Fatwa tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar, Sekjen MUI Amirsyah Tambunan, Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin AF, dan Sekretaris Komisi Fatwa MUI KH Miftahul Huda pada 7 Februari 2022.

“Vaksin Covid-19 produksi Serum Institute of India Pvt ini hukumnya adalah haram,” bunyi fatwa tersebut yang dikutip di laman resmi MUI, Jumat (24/6).

MUI memiliki argumentasi bahwa tahapan produksinya ditemukan ada pemanfaatan enzim dari pankreas babi. MUI juga turut memberikan enam rekomendasi terkait vaksin virus corona.

Pertama, MUI meminta pemerintah memprioritaskan penggunaan vaksin Covid-19 yang halal semaksimal mungkin. Khususnya untuk umat Islam. Kedua, pemerintah perlu mengoptimalkan pengadaan vaksin Covid-19 yang tersertifikasi halal. Ketiga, MUI meminta pemerintah harus memastikan vaksin Covid-19 lain yang akan digunakan agar disertifikasi halal dalam kesempatan pertama guna mewujudkan komitmen pemerintah terhadap vaksinasi yang aman dan halal. “Keempat, pemerintah harus menjamin dan memastikan keamanan vaksin yang digunakan,” bunyi rekomendasi MUI.

Selain itu, MUI juga meminta pemerintah tidak boleh melakukan vaksinasi dengan vaksin yang berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan terpercaya, menimbulkan dampak yang membahayakan (dlarar). “Terakhir, mengimbau kepada semua pihak untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak istighfar, istighasah, dan bermunajat kepada Allah SWT,” bunyi rekomendasi MUI tersebut.(cr1/cr2/rd)

Fakta dan Data Vaksin Covovax :

Status Covovax :

  • Haram

Fatwa :

  • MUI

Aturan :

  • Nomor 10 Tahun 2022 Tentang Hukum Vaksin Covid-19

Vaksin di Depok :

  • Sinovac
  • Pfizer
  • Covovax

Percepatan Vaksin :

  • Via gebyar vaksin massal

Lokasi :

  • 9 kecamatan

Rincian Kecamatan :

  • Cipayung
  • Cimanggis
  • Bojongsari
  • Sawangan
  • Pancoranmas
  • Tapos
  • Cinere
  • Sukmajaya
  • Limo

Periode Vaksin Massal :

  • 21 Juni sampai 2 Juli

Jurnalis : Andika Eka, Aldy Rama 

Editor : Fahmi Akbar