Pengabdian kepada Masyarakat Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Pancasila
PENGABDIAN: Fakultas Farmasi Universitas Pancasila (FFUP) berkesempatan melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dalam kegiatan penyuluhan bahaya merokok dan pengujian kadar nikotin pada urin siswa kelas 7 di SMPIT Al Haraki Depok, pada Jumat, 17 Juni 2022. FOTO: ISTIMEWA

Oleh: Nurita, Yuslia, Dian, Faridah, Liliek*)

RADARDEPOK.COM, Peringatan bahaya merokok bagi kesehatan tidak henti-hentinya diserukan pemerintah, tetapi masih banyak orang yang menghisap rokok, terutama di kalangan remaja yang memiliki rasa ingin tahu yang besar. Saat ini, jumlah remaja yang merokok bertambah tiap tahunnya.

Sebagai salah satu wujud dari tridharma perguruan tinggi, Fakultas Farmasi Universitas Pancasila (FFUP) berkesempatan melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dalam kegiatan penyuluhan bahaya merokok dan pengujian kadar nikotin pada urin siswa kelas 7 di SMPIT Al Haraki Depok pada hari Jumat, 17 Juni 2022 lalu.

Tim PkM yang diketuai oleh Dr. Nurita Andayani, M.Si., dan beranggotakan empat orang dosen dari FFUP (Dr. apt. Dian Ratih L, M.Biomed.; apt. Yuslia Noviani, M.Farm.; apt. Dra. Liliek Nurhidayati, M.Si.; dan apt. Dra. Faridah, M.Si.), tenaga kependidikan, mahasiswa Prodi Sarjana dan Diploma 3 serta Alumni, melakukan penyuluhan bahaya merokok secara langsung kepada 120 siswa dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 13:30 sampai dengan 15:30 ini disambut baik oleh pihak sekolah yang diwakili oleh wakil kepala sekolah. Beliau mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam memberikan edukasi bagi para siswa mengenai bahaya merokok pada usia remaja.

Pada penyuluhan tersebut disampaikan bahwa remaja sudah mulai merokok antara usia 9 hingga 12 tahun. Banyak hal yang membuat remaja mulai merokok, diantaranya penasaran/ coba-coba, terbujuk rayuan teman, termakan iklan, dan kurangnya informasi mengenai bahaya rokok. Hasil angket yang diperoleh Yayasan Jantung Indonesia, sebanyak 77 persen siswa merokok karena ditawari teman, tanpa mereka sadari racun perlahan menggerogoti tubuh. Dalam sebatang rokok mengandung >4.000 senyawa kimia dan >400 zat racun yang tentu sangat membahayakan tubuh.

Salah satu bahan kimia yang terkandung di dalam rokok adalah nikotin. Nikotin sendiri memiliki efek yang tidak baik seperti membuat ketagihan, merusak jaringan otak, menyebabkan darah mudah menggumpal, juga menyempitkan pembuluh darah arteri. Kandungan berikutnya adalah tar.

Tar dapat membunuh sel-sel pada saluran pernafasan dan paru-paru, meningkatkan produksi lendir dan cairan paru-paru. Karbonmonoksida merupakan kandungan lain yang terdapat dalam rokok yang memiliki efek meracuni darah karena mengikat hemoglobin darah 200 kali lebih kuat daripada oksigen. Lalu ada karsinogen, zat yang merangsang tumbuhnya sel sel kanker di dalam tubuh. Dan yang terakhir ada iritan, yaitu zat yang mengganggu saluran pernafasan dan kantong udara dan paru-paru.

Melihat kandungan rokok tersebut, tentu saja hal tersebut membawa pengaruh buruk bagi anak usia sekolah. Perubahan perilaku anak yang merokok ini juga dapat dilihat seperti kurang fokus belajar, gangguan belajar, gangguan daya tangkap, energi menurun, gangguan kecemasan, hingga depresi ringan.

Bukanlah hal yang mudah bagi seorang perokok untuk berhenti. Ketika seseorang telah kecanduan rokok, nikotin yang terkandung dalam tembakau merangsang otak untuk melepas zat yang memberi rasa nyaman. Kecanduan nikotin dapat mengakibatkan rasa tidak nyaman, mudah marah, sulit berkonsentrasi.

Selain penyuluhan, Tim PkM juga melakukan sampling pengujian kandungan nikotin pada 30 siswa secara kualitatif menggunakan sampel berupa urin. Di dalam tubuh, nikotin akan diubah menjadi metabolit berupa cotinine yang dapat di deteksi dari urin. Hasil pengujian akan positif jika kadar cotinine mencapai lebih dari 100ng/mL.

Tim PkM FFUP berharap dapat terus memberikan edukasi mengenai bahaya merokok bagi lingkungan sekitar secara berkesinambungan karena begitu banyak manfaat dan dampak baik bagi kesehatan ketika seseorang yang berhenti merokok. Menciptakan generasi penerus yang bersih diri, mental dan pikiran akan menghasilkan generasi bangsa yang berjiwa raga yang sehat dan kuat.

*)Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Farmasi Universitas Pancasila