Giat Farida Rachmayanti di Sekolah Inklusi
KUNJUNGAN: Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PKS, T. Farida Rachmayanti saat mengunjungi salah satu sekolah di kota Depok. FOTO: IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sekolah inklusi pada jenjang SMP secara bertahap bisa merata di seluruh kecamatan, di Kota Depok. Diharapkan tahun depan dapat direalisasikan penambahannya tiga lagi. Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PKS, T. Farida RAchmayanti.

“Fraksi PKS Depok berharap sekolah inklusi pada jenjang SMP bertahap bisa merata di seluruh kecamatan. Semoga tahun depan dapat realisasi tiga lagi. Jadi total enam sekolah di tahun depan. Bagus kalau di proporsionalkan, terutama yang terjangkau untuk wilayah Beji Cinere Limo,” ungkap Farida Rachmayanti kepada Radar Depok.

Selain itu lanjut Farida Rachmayanti, untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) sudah merata di seluruh kecamatan.

“Satu sekolah iklusi di setiap kecamatan. Sementara yang jenjang SMP baru terselenggara di SMPN 8, 18 dan 19,” tutur Anggota DPRD Depok Fraksi PKS Dapil Beji Cinere Limo.

Farida Rachmayanti Soroti Sekolah InklusiSekolah Inklusi
KUNJUNGAN: Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PKS, T. Farida Rachmayanti saat mengunjungi salah satu sekolah di kota Depok. FOTO: IST

Farida menilai, permasalahan kebutuhan sekolah inklusi negeri adalah salah satu masukan pada Reses Masa Sidang Ke 2 Tahun 2022 yang baru saja selesai sepekan lalu.

Dalam dialog dan diskusinya, seorang warga menyampaikan bahwa tidak semua keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus mampu menyekolahkan di swasta. Karena biaya yang mahal.

“Tentu kita tidak ingin mereka putus sekolah. Apalagi amanat UU Sisdiknas Tahun 2003 menyebutkan salah satu prinsip penyelenggaraan pendidikan harus demokratis dan berkeadilan, serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa,” tegas Anggota Komisi A ini .

Selain itu, setiap anak berhak mendapatkan pendidikan sesuai wajib belajar 12 tahun. Hal tersebut termaktub dalam Pasal 19 Peraturab Daerah Kota Depok Tahun 2015 No. 13 tentang Penyelenggaraan Kota Layak Anak.

“Demikian dengan para siswa berkebutuhan khusus. Harus dipastikan proses pendidikan mereka. Di sinilah peran RW Ramah Anak menjadi sangat strategis. Untuk bisa memotret situasi dan kondisi anak pada skala RW,” ucap Farida yang juga Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah.

Beberapa tahun terakhir Fraksi PKS Depok juga terus menyuarakan pentingnya aplikasi RW Ramah anak. Semoga tahun ini sudah bisa berjalan Melalui aplikasi tersebut updating data akan berjalan efektif.

Sehingga seluruh pemangku kepentingan anak bisa lebih antisipatif, termasuk dalam hal mencegah putus sekolahnya anak-anak berkebutuhan khusus.

“Jangan lupa, setiap anak pasti mempunyai potensi yang bisa dilejitkan. Setiap anak adalah bintang, jangan redupkan sinarnya. Kuncinya, beri mereka dua hal: kesempatan dan fasilitasi. Tanpa membedakan,” harap Farida Rachmayanti.

Setelah pelaksanaan reses masa sidang ke 2 Tahun 2022, Farida mengunjungi tiga SMPN di Kota Depok untuk menyerap informasi lebih dalam terkait penyelenggaraan sekolah inklusi di sana. (gun/**)