perlintasan KRL dibuka
MELINTAS : Sejumlah pengendara mulai melintasi perlintasan kereta api di Kampung Rawageni, Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung Kota Depok yang sempat ditutup, beberapa waktu lalu. GERARD SOEHARLY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Perlintasan kereta rel listrik (KRL) di Kampung Rawageni, Kelurahan Ratujaya, Cipayung Kota Depok akhirnya dibuka, Senin (20/6). Dibukannya jalan alternatif tersebut menyusul adanya kesepakatan 400 warga yang ingin dimudahkan saat melintas tanpa harus memutar. Aksi itu disebut-sebut PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah melanggar Undang-undang (UU)

Penjaga perlintasan KRL di Jalan Rawageni, Santo mengungkapkan, pembukaan pintu perlintasan kereta api itu telah mendapatkan persetujuan dari 400 warga sekitar. “Jadi, karena masyarakat yang menginginkan kami tidak mau semena-mena,” ujarnya kepada Radar Depok, Senin (20/6).

Baca Juga : Wabah PMK, Pasokan Hewan Kurban ke Depok Berkurang

Dia menerangkan, pelintasan itu kembali dibuka pada Senin (20/6) pukul 14:00 WIB. Bahkan, hal itu telah diketahui oleh PT KAI. Tadi ada pengontrolan dari  Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA), ada LPM, ada Lurah, ada sesepuh di Rawageni, banyak tokoh disini yang menyaksikan. “Pihak KAI sudah mengetahui, ” beber Santo.

Lebih lanjut, kata Santo, PT KAI meminta warga setempat untuk mengirimkan surat agar ada bukti administrasi dari pembukaan perlintasan kereta api tersebut. “Tapi untuk sementara ini dibuka dulu gak masalah, tadi ada petugas resmi juga,” terang Santo.

Sebelum dibuka, ungkap Santo, kemacetan sempat terjadi dimana-mana. Karena itu, dia meminta ketertiban warga ketika melintasi perlintasan kereta api tersebut. Sehingga, tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. “Antisipasinya itu sudah diberitahu kalau palang pintu sudah ditarik, ada kereta mau lewat,” tegasnya.

Menimpali hal ini, Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa mengatakan, terkait hal tersebut KAI melalui kordinasi bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) akan menindaklanjuti, kegiatan ilegal berupa pembukaan kembali perlintasan liar yang sudah ditutup. “Itu merupakan tindakan ilegal dan melanggar UU, perlintasan tersebut akan segera ditutup kembali,” ujar Eva kepada Harian Radar Depok, Senin (20/6).

Menurutnya, pembukaan itu tidak ada izin dan tidak ada persetujuan dari PT KAI. “Jadi mau gimana pun harus ditutup kembali dalam waktu dekat dan kita sosialisasikan kembali,” tegas Eva.

PT KAI berharap, masyarakat dapat memahami dan mengikuti aturan yang ada untuk keselamatan bersama. Kejadian laka KRL tertempel mobil di perlintasan tersebut merupakan contoh nyata. Bahwa penutupan perlintasan dilakukan semata-mata untuk keselamatan bersama bukan hanya perjalanan kereta api. Tapi juga keselamatan warga dan masyarakat, sehingga mohon gunakan jalur resmi. (ger/cr1/rd)

Jurnalis : Andika Eka, Gerard Soeharly

Editor : Fahmi Akbar