Imam Budi Hartono ONLINE
Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono (kiri) dan Ketua Komisi A DPRD Depok Hamzah

RADARDEPOK.COM – Keberhasilan polisi dalam mengungkapan kasus private party yang membuat geger warga Depok mendapat apresiasi dari Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono. Dia pun meminta agar seluruh elemen dapat berkolaborasi menjaga dan membentengi wilayah dari hal-hal yang mengganggu Kamtibmas dan bertentangan dengan nilai-nilai agama.

“Saya apresiasi kepada pihak kepolisian yang telah bekerja secara baik, melakukan pengawasan sekaligus juga menindak terhadap kejadian private party yang terjadi di sana,” tutur Imam Budi Hartono kepada Radar Depok, Senin (6/6).

Baca Juga : Pedih Bos! Kios UMKM Depok Terbengkalai di Sawangan Permai

Pada kesempatan tersebut, Imam Budi Hartono yang juga Ketua Umum DPD PKS Kota Depok ini, Pemkot Depok meminta agar seluruh pihak, terutama pengurus lingkungan, baik RT maupun RW yang menjadi kepanjangan tangan pemerintah di lapisan bawah, agar dapat menjaga ketertiban keamanan serta pengawasan terhadap hal-hal yang dianggap tidak baik di lakukan oleh masyarakat.

“Jika diketahui, dilihat, didengar dan didapat informasi yang kurang bagus terhadap kegiatan-kegiatan atau aktivitas masyarakat, baik yang dilakukan di dalam rumah atau di sebuah tempat, terutama pada malam hari, segera laporkan ke kami serta unsur terdekat di masyarakat, bisa ke RT, RW, Lurah atau kepolisian,” tegas Imam Budi Hartono.

Hal ini,lanjut Imam Budi Hartono, merupakan langkah antisipasi terhadap kegiatan tersebut. Sebab, Depok merupakan Kota Religi yang tidak membenarkan melakukan aktivitas-aktivitas yang bisa mencederai kehidupan umat beragama.

“Pengaruh budaya luar, membuat masyarakat mencontoh atau meniru apa saja yang datangnya dari luar padahal itu belum tentu baik bagi budaya bangsa Indonesia,” terang mantan Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat ini.

Selain itu Imam Budi Hartono menambahkan, kerjasama juga bisa dilakukan terhadap generasi muda, untuk bisa lebih memahami agama dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, agar hal-hal yang dilarang agama bisa dijauhi.

“Semoga hal ini tidak terjadi lagi, sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah membantu melakukan pengawasan sekaligus menindak terhadap kegiatan-kegiatan yang tidak sesuai dengan norma-norma agama dan budaya Indonesia,” tegas Imam Budi Hartono.

Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Depok, Hamzah mengatakan, dengan digerebeknya pesta muda-mudi pada 5 Juni, merupakan bagian dari pukulan keras terhadap Kota Depok. Berbagai macam persoalan yang muncul berskala nasional di Kota Depok dari bidang narkoba, babi ngepet, mutilasi dan sebagainya merupakan cambukan buat pemerintah dan masyarakat. Pemerintah kota mesti dapat menyikapi menjaga lingkungan wilayahnya, mulai dari RT, RW, lurah, camat harus memiliki peran serta. Terutama peran serta masyarakat.

“Kami apresiasi kepada Kepolisian Republik Indonesia yang membongkar dan menggerebek terjadinya pesta muda-mudi di Kota Depok, terima kasih telah sigap dalam menangani keresahan masyarakat, sekali lagi pemerintah kota harus bebenah diri dan juga kejadian ini harus lebih waspada,” ungkapnya.

Adanya kejadian ini, sambungnya, semua pihak harus bisa menjaga bahwa kota yang religius punya Perda Religius. Hamzah berharap, perumahan-perumahan tidak ada lagi yang private.(cr1/cky/rd)

Jurnalis : Andika Eka

Editor : Fahmi Akbar