sapi di depok naik
TERNAK : Pemberian pakan ternak sapi guna menjaga kebugaran hewan ternak, Rabu (1/6). FOTO : ALDY RAMA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, KEDAUNG – Wabah Penyakit Kulit dan Mulut (PMK) di beberapa wilayah Indonesia sedang menyebar, penyakit ini menular dan menyerang semua hewan berkuku belah atau genap seperti sapi. Peternakan sapi dan kambing, Berkah Garden Farm di Jalan Abdul Wahab, Keluran Kedaung merasakan dampak akibat PMK yang sedang mewabah, Rabu (1/6).

“Kita sama-sama sebagai peternak memang sudah mengetahui wabah PMK ini, dengan kondisi wabah yang sedang terjadi ini, kita harus tetap waspada,” ucap pemilik peternakan sapi dan kambing, Indra Pratama.

Indra mengungkapkan, untuk saat ini, hewan ternaknya belum ada gejala suspect yang terjangkit PMK.

“Sebelumnya, hewan ternak kita sudah dicek Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok Jumat (27/05). Alhamdulillah semanya sehat tanpa ada kecacatan,” ungkap Indra.

BACA JUGA : PGRI Depok Perdalam Kurikulum Merdeka Bersama Guru

Menurut Indra, awal gejala PMK berawal dari hewan ternak yang tidak nafsu makan, pengecekan dilakukan jika sudah lebih dari tiga hari tidak ada perkembangan.

“Jika ada indikasi hewan ternak yang mengalami gejala PMK, yang pertama kita lakukan biasanya pengecekan dahulu terhadap mulutnya, apakah dia sariawan atau gusinya pecah, untuk selanjutnya bagian  kuku yang kita cek, tapi kalo kuku hanya sesekali saja, karena bagian mulut yang paling mudah untuk di cek,” paparnya.

Lebih lanjut, indra mengungkapkan, saat adanya wabah PMK ini, perizinan yang didapat cukup sulit, sehingga jumlah ternak yang di tampung menjadi berkurang dan harga menjadi naik.

“Dengan kondisi wabah PMK ini, untuk kenaikan harga sapi per-ekornya  bisa mencapai Rp2 juta, yang dulunya harga sapi Rp21 juta, sekarang bisa mencapai Rp23 juta karena perizinannya yang mahal dan sapi yang didapat pun juga sulit,” ungkapnya.  (rd/cr2)

 

Jurnalis : Aldy Rama

Editor : Pebri Mulya