PANTAU : Alat berat dari Dinas PUPR Kota Depok ketika melakukan pengerukan untuk normalisasi Kali Krukut yang melintasi sejumlah wilayah di Kelurahan Pancoranmas. GERARD SOEHARLY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Meluapnya Kali Krukut di RW 20, Kelurahan Pancoranmas, Kecamatan Pancoranmas mendapatkan respon cepat dari dari Satgas SDA Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok.

“Hari ini saya melakukan peninjauan ke Kali Krukut yang melintasi RW 20 yang sedang dilakukan pengerukan oleh Satgas SDA DPUPR Kota Depok,” terang Lurah Pancoranmas, Mohammad Soleh kepada Radar Depok, Senin (20/06).

Soleh menjelaskan, dalam kesempatan itu dia menyempatkan untuk berdiskusi dengan warga dan pengurus RW 20, Kelurahan Pancoranmas terkait persoalan genangan air pada wilayah tersebut.

“Karena, saat intensitas hujan yang tinggi maka wilayah RW 20 akan digenangi luapan air dari Kali Krukut,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, dua tahun yang lalu, aliran kali itu pernah dilakukan pengerukan atau normalisasi. Namun, kali tersebut tidak dapat menampung debit air saat terjadi hujan dengan intensitas yang tinggi. Apalagi, adanya pembangunan sejumlah cluter yang tidak disertai dengan resapan air.

“Adanya pembanguan cluster di beberapa wilayah tidak ada penyerapan air jadi langsung ke Sungai Krukut,” terang Soleh

Selain itu, ungkap Soleh, beberapa RW di Kelurahan Pancoranmas juga memiliki saluran air yang langsung mengarah ke Kali Krukut. Sehingga, terjadinya peluapan air saat hujan deras melanda ke wilayah RW 20 yang posisinya lebih rendah.

“Seperti RW 19, 16, 14 dan 15 yang aliran airnya langsung mengarah ke Kali Krukut,” tuturnya.

Selanjutnya, dia menuturkan, pihaknya juga mengadakan diskusi pada kesempatan tersebut. Rencananya, mereka akan mencari solusi dari persoalan tersebut melalui, Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Kasiekabang) Kelurahan Pancoranmas, Agus S.

“Ada beberapa opsi mencari jalan keluarnya. Karena, ada perubahan pembangunan diwilayah namun, tidak ada perubahan kapasitas pada Klai Krukut, apalagi disertai dengan cuaca yang akhir ini semakin ekstrim,” tutup Soleh. (ger)

Jurnalis : Gerard Soeharly

Editor : Ricky Juliansyah