DAFTAR : Kamus Institute saat menyerahan berkas pendaftaran sebagai pemantau Pemilu Lokal 2024 ke jajaran Bawaslu Kota Depok di Jalan Nusantara Raya No.1, RT 03/13, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jumat (17/06). Istimewa

RADARDEPOK.COM – Setelah Bawaslu Kota Depok meluncurkan Meja Layanan Pemantau Pemilu 2024, Kamus Institute resmi mendaftar sebagai pemantau Pemilu Lokal tahun 2024 ke Sekretariat Bawaslu Kota Depok di Jalan Nusantara Raya No.1, RT 03/13, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jumat (17/06).

Penyerahan berkas Kamus Institute ke Bawaslu Kota Depok tersebut, menjadikan lembaga yang merupakan metamorfosa dari Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Depok menjadi pendaftar pertama pemantau Pemilu lokal.

Direktur Eksekutif Kamus Institute, Andi Maulana mengatakan, pemantauan Pemilu merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam Pemilu, sebagai upaya penghormatan terhadap hak-hak pemilih serta memastikan kedaulatan pemilih dan kualitas Pemilu 2024 mendatang.

“Karena itulah yang membuat Kamus Institue mendaftar sebagai pemantau pemilu lokal tahun 2024 dan ikut berpartisipasi dalam perhelatan pemilu serentak nanti,” ujar Andi dalam keterangan tertulis yang diterima Radar Depok.

Aktivitas pemantauan, lanjut Andi, pada prinsipnya merupakan kegiatan memantau tahapan proses pelaksanaan Pemilu dengan cara mengumpulkan data, temuan dan informasi pelaksanaan Pemilu.

“Untuk itu, lembaga pemantau menjadi salah satu pilar dalam pengawalan proses pelaksanaan pemilu. Pemantauan pemilu oleh masyarakat sipil menjadi sebuah tradisi penting dalam menciptakan iklim pemilu yang jurdil dan demokratis,” tutur Andi.

Andi juga menambahkan, tantangan Pemilu 2024 dinilai cukup berat seperti adanya benturan tahapan dengan Pilkada maupun proses rekrutmen penyelenggara di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota di tengah tahapan.

“Kemudian proses adaptasi penyelenggara Pemilu yang baru terpilih maupun yang nantinya akan terpilih di tengah tahapan juga berpotensi melakukan pelanggaran Pemilu,” tambahnya.

Di tempat berbeda, Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kota Depok, Dede Selamet Permana mengatakan, Setelah satu minggu peluncuran meja layanan pemantau Pemilu, Bawaslu Kota Depok akhirnya menerima pendaftar dari lembaga pemantau. Kamus Institute menjadi lembaga pertama yang mendaftar.

“Jika telah terakreditasi, Kamus Institute nantinya akan menjadi perpanjangan tangan dari Bawaslu Kota Depok dalam melakukan pengawasan partisipatif,” harap Dede. (cky)

Editor : Ricky Juliansyah