ilustrasi karya tulis

Oleh : Firza Nur Fadhilla

Mahasiswa Universitas Padjadjaran

 

DIET karbo merupakan salah satu cara untuk menurunkan berat badan yang saat ini mulai digemari. Bagaimana tidak, diet karbo ini dinilai lebih mudah dan lebih efektif untuk dilakukan. Diet karbo didasarkan pada defisit kalori, yaitu mengurangi konsumsi nasi putih dengan bahan pangan yang lebih sehat. Salah satu cara yang direkomendasikan adalah menambahkan kacang-kacangan atau biji-bijian ke dalam nasi atau disebut dengan kongbap.

Menurut bahasa, kongbap terdiri dari dua kata, yaitu “kong” yang artinya kacang dan “bap” yang artinya nasi. Menurut istilah, kongbap merupakan nasi yang dicampur dengan berbagai macam kacang-kacangan. Menurut penelitian, kongbap dinilai jauh lebih menyehatkan karena lebih efektif untuk menurunkan kadar glukosa postprandial (gula yang meningkat setelah makan) tanpa menurunkan kadar insulin. Sebagian orang lebih memilih untuk mengonsumsi nasi merah daripada nasi putih. Kacang-kacangan yang dapat ditambahkan adalah kacang merah, kacang hitam, kacang polong, jagung, gandum, barley, millet, dan wijen.

Kacang merah mengandung kalium sehingga dapat menurunan risiko penyakit jantung. Selain itu, kacang merah juga mengandung vitamin B, folat, magnesium, fosfor, dan zat besi. Kacang hitam mengandung antosianin yang tinggi sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif daging. Antosianin pada kacang hitam mengandung antioksidan tinggi yang berfungsi untuk meningkatkan respon insulin, menurunkan kolesterol, mengurangi risiko kanker, menangkal radikal bebas, mencegah diabetes, penyakit inflamasi, dan mencegah penuaan dini.

Jagung bermanfaat untuk mengurangi risiko sembeli, menurunkan berat badan, dan menjaga kesehatan mata. Jagung mengandung vitamin A 10x lipat lebih banyak dibandingkan dengan biji-bijian lainnya. Vitamin A berupa lutein, karotenoid, zeaxanthin dapat melindungi mata dari kerusakan, seperti katarak dan kebutaan. Vitamin A pada jagung juga dapat mendukung sistem kekebalan tubuh dan mencegah penurunan fungsi kognitif pada manusia.

Kongbap memiliki sejuta manfaat lainnya disamping sebagai sumber energi. Kongbap dapat menurunkan kadar gula darah karena memiliki indeks glikemik yang rendah. Hal ini disebabkan kongbap didominasi oleh kacang-kacangan sehingga konsumsi gula dari nasi dapat dikurangi.

Kongbap mengandung serat yang tinggi sehingga dapat mengendalikan rasa lapar pada tubuh. Tubuh akan mengeluarkan hormon cholecystokinin dari usus halus dan menyalurkan sinyal “kenyang” ke otak sehingga tubuh tidak merasa kelaparan. Rasa kenyang tersebut akan mengurangi nafsu makan sehingga konsumsi kalori akan berkurang. Selain itu, serat juga dapat menghambat penyerapan lemak.

Konsumsi kongbap juga dapat meningkatkan kesehatan jantung. Seseorang yang rutin mengonsumsi serat sebanyak 25 gram per hari dapat menurunkan risiko penyakit jantung sebesar 40%. Manfaat lain kongbap apabila dikonsumsi secara rutin adalah pengeluaran radikal bebas dari dalam tubuh (detoksifikasi), memperlancar saluran pencernaan, mengurangi risiko diabetes, menjaga tekanan dan gula darah, serta mengurangi kolesterol dalam tubuh.

Kongbap dapat dikonsumsi selayaknya nasi pada umumnya. Cukup dengan memasukkan 2 cup beras dan kacang-kacang yang disukai kemudian dimasak menggunakan alat penanak nasi. Atau dapat menambahkan kongbap instan yang dijual di supermarket. Biasanya 1 bungkus kongbap digunakan untuk satu porsi makan. Kongbap instan yang dimasak berbarengan dengan beras akan meningkatkan intensitas warna dan tidak merubah rasa sama sekali. (*)