minyak goreng
GERAI : Gerai minyak goreng curah Pasar Agung Sukmajaya, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya Kota Depok, yang belum mendapatkan sosialisasi pakai aplikasi Pedulilidungi, Senin (27/6). ANDIKA EKA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Hari pertama sosialisasi penerapan beli minyak curah pakai aplikasi Pedulilindungi di Kota Depok, dinilai menyulitkan pembeli. Senin (27/6), penjual minyak goreng di sejumlah pasar masih menerapkan pembelian minyak curah menggunakan KTP dan dijatah hanya dua liter. Di Pasar Agung, Kecamatan Sukmajaya Kota Depok misalnya, penjual belum tahu aturan menggunakan Pedulilidungi.

Kepada Harian Radar Depok,  pengelola grosir sembako di Pasar Agung, Fuji mengtatakan, kebijakan tersebut justru membuat warga kesulitan membeli bahan pokok tersebut. “Kalau terus menerus dipersulit seperti ini, ya, kita pedagang sulit juga lah buat jual ke pembeli,” ujar Fuji.

Baca juga : HANI, BNN Depok Hasilkan 54 Kantong Darah

Menurutnya, minyak curah yang dikirim dari Indomarco memang setiap hari dikirim. Belum sampai sore sudah ludes terjual. Untuk harga minyak goreng curah yang dijual dengan harga Rp14.000 perliter dan Rp15.500 perkilogram. “Saya belum tahu beli minyak curah pakai Pedulilindungi. Sangat ribet sekali syaratnya,” ungkapnya.

Terpisah, pemilik toko sembako di Pasar Sukatani, Maya N mengaku, tidak semua orang atau pelaku usaha mempunyai handphone yang mumpuni. “Ribet kalau pakai PeduliLindungi, pakai aplikasi. Kasihan juga pembeli. Kalau HP-nya bagus, kan nggak semua HP-nya bagus. Pakai KTP sudah lebih mudah,” tuturnya kepada Harian Radar Depok, Senin (27/6).

Menurutnya, masyarakat memang diberi pilihan untuk berbelanja minyak goreng curah, boleh pakai PeduliLindungi atau KTP. “Katanya dari Si Gurih yang penting tercatat NIK-nya. Pake KTP boleh PeduliLindungi boleh, tapi saya sih belum ada barcode untuk PeduliLindungi-nya,” lanjutnya.

Hal yang sama juga dikatakan pemilik warung sembako di Pasar Kemirimuka, Handari. Menurut pemilik toko, sejauh ini pembelian minyak goreng curah menggunakan KTP mudah dan tak ada kendala. “Kami masih pakai KTP, belum pakai PeduliLindungi. Pakai KTP sejauh ini mudah, tinggal difoto aja KTP pembeli sudah bisa beli” tuturnya singkat.

Pembeli minyak curah, Dede Hasanah mengungkapkan, kebijakan tersebut justru membuang-buang waktu dan tidak praktis bagi para pembeli. “Belum lagi kita juga takut, kalau identitas diri kita justru disalah gunakan dan katnya juga kan mau pakai aplikasi Pedulilindungi yang belum tentu semua orang mengerti menggunaknya,” singkat perempuan yang tinggal di Kelurahan Sukmajaya ini.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok, Zamrowi mengatakan, untuk gerai minyak goreng curah di Kota Depok ada di setiap pasar. Dan seliternya sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp14 ribu. “Minyak curah sudah sesuai HET di tiap pasar Depok,” singkat Zamrowi.

Terpisah, Ketua DPR Puan Maharani mengingatkan, pemerintah agar ketentuan penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk membeli minyak goreng jangan sampai menyulitkan rakyat. Ia mengatakan, pembeli minyak goreng curah di pasar maupun warung sembako umumnya adalah kalangan yang sehari-harinya tidak terbiasa menggunakan teknologi informasi. “Perlu diperhatikan, jangan sampai kebijakan menyulitkan rakyat. Khususnya bagi masyarakat yang tidak memiliki smartphone untuk mengakses aplikasi PeduliLindungi,” kata Puan dalam siaran pers, Senin (27/6).

Politikus PDI-P itu memahami, penggunaan aplikasi PeduliLindungi dimaksudkan agar Pemerintah dapat mengecek distribusi minyak goreng secara real time sebagai antisipasi penyelewengan yang menyebabkan kelangkaan. Untuk itu, Puan meminta Pemerintah aturan tersebut secara masif, tidak hanya mengandalkan teknologi informasi saja. “Harus ada pendekatan langsung ke masyarakat, ke pedagang, agar mereka benar-benar memahami transisi sistem pembelian minyak goreng,” ujar Puan.

Di sisi lain, ia mengingatkan agar pengawasan dilakukan secara seksama supaya tidak ada oknum-oknum yang mencari keuntungan dengan penerapan kebijakan tersebut. “Harus dihindari munculnya tindak kecurangan atau oknum calo yang memanfaatkan kesulitan pembeli yang tidak bisa mengakses aplikasi PeduliLindungi dengan meminta tambahan harga. Tentu pengawasan harus dibantu dari tim Satgas Pangan Polri,” kata Puan.

Seperti diketahui sebelumya, pemerintah mulai menyosialisasikan transisi pembelian minyak goreng curah rakyat (MGCR) menggunakan aplikasi PeduliLindungi, mulai Senin haru ini. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator Penanganan Minyak Goreng wilayah Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan sosialisasi tersebut akan berlangsung selama 2 pekan.

Bagi masyarakat yang tidak memiliki aplikasi tersebut, bisa menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) saat membeli minyak goreng curah. “Masa sosialisasi akan dimulai besok Senin (27-6-2022) dan akan berlangsung selama dua minggu ke depan. Setelah masa sosialisasi selesai, masyarakat harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau menunjukkan NIK, untuk bisa mendapatkan MGCR dengan harga eceran tertinggi (HET),” ujarnya akhir pekan lalu. (cr1/rd)

Jurnalis : Andika Eka

Editor : Fahmi Akbar