ilustrasi karya tulis
yamaha-nmax

Oleh : Wisnu Wibowo

Mahasiswa Magister Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta.

 

KATA komunitas sudah sering kita dengar dalam kehidupan sehari-sehari. Kata komunitas juga seringkali digunakan sebagai nama bagi sekelompok orang yang memiliki hobi atau ketertarikan yang sama. Misalnya saja seperti komunitas pencinta alam, komunitas pencinta binatang, pencinta otomotif, hingga komunitas waria. Namun, seringkali kita bingung jika harus menjelaskan arti dari apa itu komunitas? Apakah komunitas hanya seputar orang yang memiliki hobi yang sama? Apakah komunitas adalah orang yang saling berkumpul? Apakah orang-orang yang sedang berada di pasar atau di pantai bisa disebut komunitas?. Agar dapat memahami arti dari komunitas, kita bisa menyimak beberapa definisi dari beberapa tokoh berikut ini :

  1. Komunitas merupakan jaringan orang-orang yang tidak harus tinggal ditempat yang sama namun diikat bersama oleh solidaritas, identitas, dan norma yang sama (Bradshaw, 2008).
  2. Sekumpulan hubungan diantara sekelompok orang, dimana derajat hubungan diantara sekelompok orang dalam komunitas harus lebih besar dari derajat hubungan ke luar komunitas (Hu, Chen, Zhang, Li, Di, & Fan, 2008).
  3. Sekelompok orang dengan karkateristik berbeda yang terhubung oleh ikatan sosial, berbagi perspektif yang sama, dan ikut serta dalam aksi bersama di setting atau lokasi geografis (MacQueen, McLellan, Metzger, Kegeles, Strauss, Scotti, … & Trotter, 2001).

Jadi, komunitas bukan hanya sekedar sekumpulan orang yang berkumpul disuatu tempat namun dalam perkumpulan tersebut harus ada hubungan kuat yang ditandai dengan adanya ikatan sosial, solidaritas, memiliki perspektif yang sama, identitas, serta adanya aksi bersama disuatu tempat tertentu. Jika melihat dari definisi Bradshaw (2008) komunitas bahkan tidak harus berupa perkumpulan sekelompok orang di suatu tempat namun lebih menekankan pada adanya ikatan hubungan yang kuat diantara anggota komunitas meskipun tidak dalam lingkungan tempat tinggal yang sama.

Lalu apa saja elemen-elemen dalam sebuah komunitas? Menurut Clark (1973) ada dua elemen yang mendasar dalam komunitas yaitu sense of solidarity dan sense of significance. Sense of solidarity merupaka perasaan “kekamian” yaitu perasaan yang mengarahkan seseorang untuk mengidentifikasikan dirinya dengan orang lain sehingga ketika mereka mengatakan kami maka tidak ada pikiran akan adanya perbedaan. Sense of significance merupakan perasaan “keperanan” yaitu perasaan bahwa setiap orang memiliki peran yang harus di perankan dalam suasana komunitas. Oleh karena itu dalam sebuah komunitas yang baik, setiap anggota harus memiliki solidaritas dengan anggota lainnya yang berupa perasaan saling teridentifikasi satu sama lain sehingga akan timbul hubungan yang kuat diantara anggota komunitas. Selain itu dalam komunitas yang baik, anggota komunitas juga harus memiliki perasaan bahwa setiap anggota memiliki peran yang harus dijalankan dan dengan menjalankan peran tersebut maka kebutuhan komunitas akan terpenuhi.

Baca Juga  Makna Spiritual Peringatan Nisfu Sya’ban 1443 H/2022 M

Salah satu konsep yang penting untuk dimiliki dalam sebuah komunitas selain elemen komunitas adalah sense of community. Apa itu sense of community? Secara singkat sense of community adalah perasaan bahwa anggota memiliki rasa saling memiliki, perasaan bahwa anggota penting bagi satu sama lain dan group, dan keyakinan bersama bahwa kebutuhan anggota akan terpenuhi melalui komitmennya untuk bersama (McMillan & Chavis, 1986). Definisi yang lebih lengkap menunjukkan adanya 4 elemen yaitu membership (perasaan memiliki atau berbagi perasaan keterhubungan personal), influence (perasaan berarti karena membuat perubahan pada grup dan keberartian dari grup bagi anggotanya), integration and fulfillment of needs (perasaan bahwa kebutuhan anggota akan terpenuhi dari sumberdaya yang diterima dari keanggotaannya dalam grup), dan yang terakhir adalah shared emosional connection (komitmen dan kepercayaan bahwa anggota telah berbagi dan akan berbagi sejarah, tempat bersama, waktu bersama, dan pengalaman yang sama) (McMillan & Chavis, 1986). Anggota komunitas yang memiliki sense of community yang kuat akan memiliki keyakinan yang kuat pada komunitasnya. Ia yakin bahwa setiap anggota memiliki rasa saling memiliki, saling berbagi, keyakinan bahwa ia juga memiliki peran dalam komunitas yang membuatnya merasa berarti karena telah melakukan perubahan pada komunitas, serta perasaan bahwa dengan berkomitmen untuk bersama-sama dalam organisasi maka kebutuhannya akan dapat terpenuhi.

Mengapa sense of community menjadi penting untuk dimiliki dalam sebuah komunitas?

Pentingnya sense of community untuk dimiliki dalam komunitas dapat dilihat dari manfaat yang dimiliki sense of community bagi komunitas. Berikut ini beberapa manfaat dari sense of community:

  1. sense of community berhubungan secara signifikan dengan Subjective well being (Davidson & Cotter, 1991) sehingga ketika sense of community meningkat akan meningkatkan subjective well being yang dimiliki anggota komunitas.
  2. Sense of community memediasi hubungan partisipasi sosial dengan kesejahteraan sosial (Cicognani, Pirini, Keyes, Joshanloo, Rostami & Nosratabadi, 2008) sehingga pada anggota komunitas yang memiliki sense of community yang tinggi maka partisipasi sosial dapat meningkatkan kesejahteraan sosial.
  3. Dalam bidang pekerjaan sense of community juga merupakan faktor yang mempengaruhi kesejahteraan karyawan (Boyd, Nowell, Yang & Hano, 2018) sehingga sense of community mampu untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan.
  4. Sense of community berhubungan negatif dengan kerepotan sehari-hari dan berhubungan positif dengan dukungan sosial yang  kemudian akan berhubungan dengan kualitas hidup yang lebih baik (Mak, Cheung, & Law, 2009).
  5. Sense of community dapat memiliki efek katalis pada aksi lokal seperti partisipasi pada asosiasi blok/lingkungan sekitar (Chavis & Wandersman, 2002).
Baca Juga  PLN UPT Cawang Salurkan Tiga CSR Untuk Warga Sekitar GI Cimanggis

Banyaknya manfaat yang dapat dihadirkan dengan adanya sense of community pada komunitas menunjukkan bahwa sense of community perlu ditumbuhkan dalam komunitas. Pertanyaannya, usaha apa saja yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan sense of community?

Prezza, Amici, Roberti & Tedeschi (2001) menyatakan bahwa beberapa faktor yang dapat mempengaruhi sense of community antara lain adalah hubungan dengan lingkungan, lama waktu tinggal, menikah, partisipasi grup, dan area tempat tinggal. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Prezza, Amici, Roberti & Tedeschi (2001) maka ada beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan atau menumbuhkan sense of community dalam komunitas yaitu 

  1. Memperbaiki hubungan dengan lingkungan sekitar tempat tinggal. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hubungan dengan lingkungan adalah dengan menciptakan ruang publik yang memadai agar tiap anggota komunitas bisa saling berinteraksi dengan baik. Penelitian dari Francis, Giles-Corti, Wood, & Knuiman (2012) menunjukkan bahwa Ruang publik yang berkualitas tinggi merupakan setting yang penting dalam meningkatkan sense of community khususnya pada ruang terbuka publik dan tempat perbelanjaan.
  2. Meingkatkan partisipasi dalam group. Meningkatkan partisipasi dalam grup dapat dilakukan dengan membuat program rutin dengan membagi anggota untuk berpartisipasi dalam program. Adanya pembagian akan memungkinkan setiap anggota memahami peran dan berpartisipasi dalam program yang direncanakan oleh grup. Selain itu, semua anggota diharapkan untuk ikut dalam proses pengambilan keputusan sehingga setiap anggota tahu hal-hal apa saja yang diputuskan dalam grup dan mengambil bagian dalam pengambilan keputusan tersebut.
Baca Juga  Mencegah Resistensi Antibiotik di Masyarakat, Fakultas Farmasi Universitas Pancasila Menyelenggarakan Penyuluhan Tentang Penggunaan Antibiotik Secara Tepat

Lalu, bagaimanakah cara mengetahui sense of community yang dimiliki anggota komunitas? Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui sense of community yang dimiliki anggota adalah dengan mengukur. Selain untuk mengetahui tingkat sense of community dari anggota, dengan mengukur dapat diketahui apakah sense of community yang dimiliki anggota mengalami peningkatkan setelah dilakukan program peningkatan sense of community. Caranya adalah dengan melakukan pengukuran sebelum dilakukan program dan mengukurnya kembali setelah program dilakukan. Kemudian membandingkan hasil pengukuran sebelum dan sesudah program untuk melihat apakah ada peningkatan sense of community. Salah satu alat ukur yang dapat digunakan dalam mengukur sense of community adalah brief sense of community scale (BSCS) dari Peterson, Speer, & McMillan (2008). BSCS terdiri dari 8 pernyataan dan 5 pilihan jawaban yaitu sangat setuju, agak setuju, netral, agak tidak setuju, dan sangat tidak setuju. berikut ini adalah daftar pernyataan dalam instrumen brief sense of community scale (BSCS) dari Peterson, Speer, & McMillan (2008) :

 

  • I can get what I need in this neighborhood.
  • This neighborhood helps me fulfill my needs.
  • I feel like a member of this neighborhood.
  • I belong in this neighborhood.
  • I have a say about what goes on in my neighborhood.
  • People in this neighborhood are good at influencing each another.
  • I feel connected to this neighborhood.
  • I have a good bond with others in this neighborhood.

 

Sebagai makhluk sosial setiap manusia merupakan bagian dari sebuah komunitas. Sebagai anggota dari sebuah komunitas seharusnya seorang individu memiliki sense of community yang baik. Sense of community yang baik akan mendorong perkembangan komunitas sehingga komunitas menjadi lebih baik. Komunitas yang baik nantinya juga akan memberikan kontribusi pada kesejahteraan setiap anggotanya. Melihat besarnya peran yang dimiliki sense of community, maka sense of community adalah salah satu fakor yang penting untuk ditingkatkan dalam sebuah komunitas. (*)