PELANTIKAN : Pengurus Kumpulan Marga Simarmata dan Boru se-DKI Jakarta dan Sekitarnya dilantik dalam acara Pesta Bona Taon Punguan Simarmata Dohot Boruna DKI Jakarta dan Sekitarnya Tahun 2022 yang dilaksanakan di Gedung Ronatama, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok, Jawa Barat, Minggu (26/06). RICKY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Pesta Bona Taon Punguan Simarmata Dohot Boruna DKI Jakarta dan Sekitarnya Tahun 2022 yang dilaksanakan di Gedung Ronatama, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok, Jawa Barat, Minggu (26/06) berlangsung meriah dan penuh sukacita.

Tahun ini mengangkat tema ‘Hendaknya Kamu Sehati Sepikir dalam Satu Kasih, Satu Jiwa, Satu Tujuan’ (Filipi 2:2b) dan Sub Tema ‘Dengan Semangat Pesta Bona Taon Kita Eratkan Tali Kasih Sesama Pomparan Ompu Simataraja yang Ada di DKI Jakarta dan Sekitarnya di Dalam Yesus Kristus Tuhan Kita’.

“Ini adalah kegiatan rutin yang dilakukan masyarakat Batak dari marga Simarmata dan borunya,” tutur Ketua Panitia Pesta Bona Taon, Sortaman Saragih kepada Radar Depok.

Agenda ini untuk memupuk kembali persaudaraan dan kekeluargaan marga Simarmata yang ada di perantauan, dalam hal ini untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Kemudian, sambung Sortaman, untuk memupuk budaya serta silaturahmi.

“Sehingga, dengan adanya acara ini, kami berharap silaturahmi dalam satu marga itu (Simarmata) dan juga bagi orang-orang di perantauan ini tetap kuat dan teguh. Jadi, artinya kita mempertahankan budaya dengan cara seperti ini,” papar Sortaman.

Hal ini, lanjut Sortaman juga semakin mengukuhkan kesatuan di Negara Indonesia ini, karena terdiri dari beberapa suku. Sehingga, semua pihak harus mengapresiasi kultur dan budaya yang dimiliki.

insert : Ketua Panitia Pesta Bona Taon, Sortaman Saragih didampingi istri saat menyerahkan kain ulos kepada pengurus dalam acara Pesta Bona Taon Punguan Simarmata Dohot Boruna DKI Jakarta dan Sekitarnya Tahun 2022 yang dilaksanakan di Gedung Ronatama, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok, Jawa Barat, Minggu (26/06). RICKY/RADAR DEPOK

“Jangan sampai kita mengambil budaya orang, tapi melupakan budaya kita. Ini lah acara untuk memperkuat persatuan dan kesatuan antar anak bangsa, khususnya orang suku Batak, terutama marga Simarmata dan Borunya yang di DKI Jakarta dan sekitarnya,” ujar Sortaman.

Agenda ini, Sortaman menambahkan, berupa syukuran dan suka cita, dengan mengadakan pujian kepada Tuhan dan mengadakan tari-tarian yang sejak dulu terpelihara di tanah Batak.

Dia mengucapkan terima kasih kepada anggota punguan yang telah memberikan bantuan baik moril maupun materil sehingga pesta terlaksana.

“Kami dari panitia memohon maaf kepada punguan Simataraja jika ada kekurangan dalam acara pesta bona taon ini,” pungkas Sortaman.

Sementara, Ketua Umum Kumpulan Marga Simarmata dan Boru se-DKI Jakarta dan Sekitarnya, Hamonangan Simarmata mengungkapkan, sebenarnya Marga Simarmata ini terbentuk 26 Januari 1969 di Jakarta. Kemudian, berkembang di Jabodetabek. Dalam anggaran dasar periode 1 pengurusan itu tiga tahun, pada saat periode yang tiga tahun dibuatlah Bona Taon, pengurus yang lama mempertanggungjawabkan kinerjanya kemudian melantik pengurus yang baru.

“Kedua, memupuk kebersamaan, di 2019 lalu, kami mengadakan pesta emas

Setelah melaksanakan ibadah tadi pagi, dilanjutkan dengan pertanggungjawaban pengurus lama, setelahnya dilanjutkan dengan pengesahan atau pelantikan pengurus yang baru, kemudian menari bersama mengucap syukur kepada Tuhan sekaligus meminta kebersamaan di antara keturunan Simarmata,” tutur Hamonangan.

Awalnya, sambung dia, hanya sekitar 40 orang di tahun 1969. Dan, saat ini yang terdaftar sekitar 1.200 orang. Namun, yang tidak terdaftar bisa lebih besar lagi.

“Terutama Simarmata yang dulunya merantau ke Simalungun yang disebut Saragi Simarmata. Yang ini, pada umumnya ada yang belum masuk, kalau ditotal menurut kami sekitar 4 ribu Kepala Keluarga se-Jabodetabek,” ujarnya.

Saat memberikan pertanggungjawaban, dia mengungkapkan, masih banyak keturunan Simarmata, baik anak perempuan Boru Simarmata yang belum bisa bergabung atau daftar, terutama yang keturunan dari Simalungun (Saragih).

“Saya sudah mengimbau. Karena kepengurusan kita, DPD itu dibantu DPW-DPW (Kabupaten/Kota) di DKI Jakarta dan sekitarnya ini, ada 10 DPW, kami imbau untuk bergerak, karena mereka yang punya anggota. Jadi kita sudah himbau. Rencana kita untuk periode berikutnya akan dibuat aplikasi pendaftaran,” pungkas Hamonangan Simarmata. (cky)

Editor : Ricky Juliansyah