Presiden-Partai-Keadilan-Sejahtera-PKS-Ahmad-Syaikhu-Dery-Ridwansah-2-640x402
Presiden PKS Ahmad Syaikhu (kiri) bersama Sekretaris Jenderal PKS Habib Aboe Bakar Al Habsyi (kanan) membacakan ikrar pada Rapimnas DPP PKS 2022 di Jakarta, Selasa (21/6/2022). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

RADARDEPOK.COM – Tak mau ketinggalan dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR), dalam menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Selasa (21/6), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) fokus membentuk poros baru atau poros ketiga dengan partai politik lain melalui koalisi. Penegasan tersebut terangkum dalam  hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PKS yang digelar pada 20-21 Juni di Hotel Grand Sahid, Jakarta.

Kepada Harian Radar Depok, Presiden PKS, Ahmad Syaikhu menyebut, PKS akan terus membangun komunikasi secara intensif dengan partai politik lain sebagai upaya membentuk poros baru atau poros alternatif. Poros baru yang akan dibentuk PKS bakal menyepakati satu calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) potensial yang bisa memenangkan pemilihan presiden (pilpres) mendatang.

Baca Juga : Mengenal Camat Tapos, Abdul Mutolib (1) : Malang Melintang di Dunia Pendidikan, Pernah DO Dua Kali dari Kampus

“Selanjutnya menyepakati capres-cawapres potensial, yang memiliki peluang kemenangan besar pada pilpres 2024. Ini guna meningkatkan kualitas demokrasi dan menghindari polarisasi bangsa,” ucap dia, Selasa (21/6).

Selain itu, PKS akan mengajukan pengujian Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK). PKS bakal menguji Pasal 222 terkait ambang batas presiden atau presidential theshold menjadi 20 persen. Syaikhu menyebut, persyaratan itu membatasi alternatif pilihan capres-cawapres yang akan maju pada Pilpres 2024.

“PKS akan melakukan pengujian Undang-Undang ke MK terhadap Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang ambang batas syarat pengajuan mengusung calon presiden dan wakil presiden oleh gabungan partai politik sebesar 20 persen,” ujar dia.

Perlu diketahui, figur-figur calon presiden mulai bermunculan menjelang pemilu 2024. Ada nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto serta Ketua Umum Partai Demokrat (Ketum PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Sekretaris Jenderal PKS, Habib Aboe Bakar Al Habsyi menyebut, enam nama yang selama ini diperbicangkan khalayak termasuk figur pontesial yang juga dilirik Partai PKS. “Semua calon yang ada masuk semua di radar PKS. Jadi jangan khawatir semua anak bangsa yang sudah diyakini masyarakat si A, si B, si C itu ada semua,” kata Aboe Bakar Al Habsyi menambahkan ucapan Ahmad Syaikhu, Selasa (21/6).

Dia menyinggung kedekatan PKS dengan Menhan Prabowo Subianto yang telah terbangun sejak lama. “Apalagi dengan Prabowo kita punya jam terbang pengalaman tinggal lanjutkan saja tidak ada hambatan,” ujar dia.

Kendati demikian, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Majelis Syuro untuk memutuskan capres dan calon wakil presiden cawapres yang akan diusung PKS pada Pilpres 2024.

“Cuman kesepakatan ini bukan kewenangan kami, kecuali anggota Majelis Syuro PKS nanti. Kami menyiapkan dapurnya, bumbunya, siapa orang-orangnya. Nanti pada waktu yang sama, kita yang sudah bekerja begitu masuk di Majelis Syuro baru masuk,” beber dia.

Yang jelas, semua calon potensial tidak akan tereleminasi, hanya saja PKS mempertimbangkan beberapa faktor sebelum memutuskan capres dan cawapres 2024 yang diusung.

“Bisa dimaklumi kadarnya mana yang lebih tinggi mana yang lebih rendah nanti kita lihat. Kita akan mendahulukan internal sebenarnya, tapi apakah internal nendang atau tidak itu kita lihat,” tandasnya.

Pada penutupan Rapimnas tersebut PKS memaparkan enam kriteria bakal calon presiden 2024 yang akan diusulkan ke Majelis Syuro untuk dibahas lebih lanjut. Pertama harus berintegritas dan memiliki rekam jejak yang baik. Kedua berjiwa nasionalis dan religius. Kemudian yang ketiga mendapatkan dukungan rakyat yang tinggi. Keempat memiliki pengalaman dan kemampuan untuk memimpin dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. Selanjutnya yang kelima berkomitmen untuk menyatukan seluruh komponen anak bangsa. Keenam berkomitmen melayani rakyat.(rd)

Editor : Fahmi Akbar