Haji depok
CEK JAMAAH: Dokter Heni sedang mengecek kondisi jemaah haji Kloter 8 Kota Depok yang sedang melaksanakan ibadah haji. Heni Purwanti Ningsih FOR Radar Depok

RADARDEPOK.COM – Masyarakat Kota Depok mari sama-sama mendoakan jamaah haji Kota Depok, yang sedang beribadah di Mekah, Arab Saudi. Laporan dari Mekah, Selasa (21/6),  jamaah haji Kloter 8 yang berangkat 9 Juni lalu, mengalami sakit saat menjalani ibadah di Madinah dan Mekah. Dua diantaranya mesti menjalani rawat inap di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

Dokter Kloter 8 Tenaga Kesehatan Haji Kota Depok, Heni Purwanti Ningsih mengatakan, sejak Minggu (20/6) – Senin (21/6), ada sekitar 100-an jamaah haji asal Depok yang terserang penyakit saat menjalani ibadah di sana.  “Di Mekah jamaah Depok ada 410 orang termasuk petugas,” katanya kepada Harian Radar Depok, Selasa (21/6).

Baca Juga : Korsleting Listrik, Rumah Zaelani di Duren Mekar Depok Gosong

Dia mengungkapkan, saat di Mekah jamaah menempati dua hotel berbeda ada yang tinggal di hotel 505 dan ada yang di hotel 507. Di hotel 505 pada Minggu ada 40 jamaah yang terserang penyakit. Sedangkan di hotel 507 pada Minggu dan Senin ada 40 jamaah yang sakit. Untuk jamaah di hotel 505 kemungkinan pasien lebih dari 40, karena data Senin belum keluar.

Heni menjelaskan, rata–rata penyakit yang dialami jamaah asal Depok diakibatkan karena kelelahan, dan kondisi tubuh jamaah yang belum menyesuaikan dengan cuaca di Arab Saudi. Sehingga kebanyakan jamaah terserang penyakit gatal–gatal, hipertensi, batuk, pilek, meriang, demam dan meriang.

“Kami sudah kerap memberikan imbauan kepada jamaah untuk menjaga kondisi tubuh dan banyak minum air. Akan tetapi euforia jamaah membuat mereka lupa untuk rutin minum air, menjaga kesehatan dengan istirahat. Mereka sangat semangat beribadah, sehingga lupa isirahat, apalagi cuaca di sini sedang panas sekali,” bebernya.

Baca Juga : KONI Depok Daftarkan Atlet dan Pelatih jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Menurutnya, dari keseluruhan jamaah yang sakit umumnya hanya mengalami gejala ringan, sehingga hanya ditangani di posko kesehatan yang disediakan petugas. Namun, ada dua jamaah yang sakit berat sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.  “Ada dua jemaah yang dirawat inap di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Satu orang dirawat karena komorbid jantungnya kambuh, dan satu lagi saturasi oksigennya rendah karena kelelahan,” sebutnya.

Untuk jamaah haji yang mengalami penyakit jantung, lanjut dia, saat ini kondisi masih dalam pemantauan petugas medis. Sebab dia harus mendapatkan penanganan di Rumah Sakit Arab Saudi untuk penangangan insentif.

“Jamaah dengan penyakit jantung sempat masuk ICU RS Arab Saudi untuk mendapat perawatan, dengan alat pacu jantung karena detak jantungnya lemah. Tapi saat ini dia sudah kembali ke KKHI, untuk melakukan kontrol rutin ke Rumah Sakit Arab Saudi,” imbuhnya.

Dia menambahkan, untuk jamaah pasien rawat inap yang menderita penurunan saturasi oksigen sudah pulih dan sudah kembali ke rombongan untuk melanjutkan ibadah haji. “Alhamdulillah satu pasien rawat inap sudah sehat dan kembali melanjutkan ibadah,” tegasnya.

Sementara, Kementerian Agama (Kemenag) melaporkan hingga Senin (20/6) terdapat 160 calon haji yang sakit di Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, 54 orang di antaranya rawat jalan dan 98 orang dirawat di KKHI. “Selain itu, sebanyak delapan orang dirawat di rumah sakit Arab Saudi,” ujar Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kementerian Agama Akhmad Fauzin dalam keterangan pers secara virtual.

Selain itu, ia mengatakan, ada tujuh calon haji yang meninggal di Tanah Suci. Ada tambahan satu calon haji yang meninggal dunia, yakni Sugiansyah Basuini M Yamin yang berasal dari kloter tiga Embarkasi Banjarmasin. “Sehingga sampai saat ini jumlah jamaah yang wafat sebanyak tujuh orang,” ujar Fauzin.

Adapun hingga hari ini, total jamaah haji yang telah diberangkatkan ke Arab Saudi sebanyak 49.152 orang. Jamaah haji yang baru tiba di Jeddah mencapai 3.206 orang (20/6). “Rencana keberangkatan haji jemaah Indonesia gelombang dua Senin, 20 Juni 2022, jumlah jamaah dan petugas yang akan diberangkatkan sebanyak delapan kloter dari enam embarkasi, yakni Banjarmasih, Jakarta, Lombok, Medan, Solo, dan Surabaya, dengan jumlah jemaah sebanyak 3.204 orang,” tandas Fauzin.(dra/rd)

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Fahmi Akbar