HADIR : Anggota Komisi X DPR RI, Nuroji di acara ‘Segerobak Puisi untuk Rakyat’ yang digagas sejumlah penyair Depok dan diselenggarakan di Kolong FlyOver Arief Rahman Hakim, Kota Depok, Minggu (26/06). Istimewa

Anggota Komisi X DPR RI, Nuroji hadir dan membacakan puisi di acara ‘Segerobak Puisi untuk Rakyat’ yang digagas sejumlah penyair Depok dan diselenggarakan di Kolong FlyOver Arief Rahman Hakim, Kota Depok, Minggu (26/06).

Laporan : Ricky Juliansyah

Lihatlah para maling itu kini mencuri secara berjamaah.

Mereka bersaf-saf berdiri rapat, teratur berdisiplin dan betapa khusyu’.

Kita hampir paripurna menjadi bangsa porak-poranda.

Terbungkuk dibebani hutang dan merayap melata sengsara di dunia.

Pergelangan tangan dan kaki Indonesia diborgol di ruang tamu Kantor Pegadaian Jagat Raya,

Negeri kita tidak merdeka lagi, kita sudah jadi negeri jajahan kembali.

Selamat datang dalam zaman kolonialisme baru, saudaraku.

Dulu penjajah kita satu negara,

kini penjajah multi-kolonialis banyak bangsa.

Mereka berdasi sutra, ramah-tamah luar biasa dan banyak senyumnya.

Makin banyak kita meminjam uang,

Makin gembira karena leher kita makin mudah dipatahkannya.

Bergerak ke kiri ketabrak copet,

bergerak ke kanan kesenggol jambret,

jalan di depan dikuasai maling,

jalan di belakang penuh tukang peras,

yang di atas tukang tindas.

Lihatlah para maling itu kini mencuri secara berjamaah.

Mereka bersaf-saf berdiri rapat, teratur berdisiplin dan betapa khusyu’.

Begitu rapatnya mereka berdiri susah engkau menembusnya.

Itu lah puisi karya Taufiq Ismail berjudul ‘Negeriku Sedang Dilahap Rayap’ yang dibacakan Anggota Komisi X DPR RI, Nuroji saat hadir di Kolong Flyover Arif Rahman Hakim, yang berada di perbatasan Kecamatan Pancoranmas dan Kecamatan Beji.

Mengenakan pakaian coklat yang dipadu dengan celana jeans dan kopiah haji di kepala, Politikus Gerindra itu tidak risih atau canggung berada di lingkungan tersebut. Bahkan, tak jarang, Nuroji bersenda gurau dan melontarkan senyum ke audiens.

Kepada awak Radar Depok, dewan dari Dapil Jawa Barat VI (Kota Depok-Kota Bekasi) ini mengatakan, agenda tersebut digagas Koloni Seniman Ngopi Semeja dan Komunitas Kampung Kite Depok (K3D).

Saya diundang dan kebetulan tidak ada agenda DPR RI, jadi menyempatkan untuk hadir dan membacakan puisi karya Taufik Ismail dengan judul Negeriku Sedang Dilahap Rayap,” tutur Nuroji.

Wakil rakyat yang concern terhadap budaya dan kesenian ini mengungkapkan, karya sastra seperti puisi dewasa ini kurang diminati kaum muda di Indonesia. Keberadaannya pun dianggap hanya untuk kalangan tertentu saja.

Anak muda sekarang kurang berminat untuk membaca karya sastra. Alasan mereka pun bermacam-macam. Kadang mereka merasa karya sastra itu sesuatu yang membosankan atau mereka merasa karya sastra itu hanya untuk kalangan orang tua,” ungkap Nuroji.

Karenanya, Nuroji mengapresiasi para seniman dan penyair yang terus eksis, melestarikan dan mengembangkan budaya Indonesia.

Kalau bukan kita sendiri, siapa lagi, jangan saat mau diakui negara lain kita baru bergerak dan berupaya mempertahankannya sebagai kebudayaan Indonesia. Kita harus menanamkan kecintaan terhadap budaya Indonesia kepada generasi penerus. Salah satu upayanya seperti acara yang digagas teman-teman seniman dan penyair di Depok ini,” ucap Nuroji. (*)

Editor : Ricky Juliansyah