SD Pemuda Bangsa OK
CERIA: Para siswa Sekolah Dasar (SD) Pemuda Bangsa Kota Depok ketika mengikuti acara pelepasan Kelas VI, dengan tema Ceria Masa Depan Gemilang, yang diikuti sekitar 82 siswa. FOTO: ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sebanyak 82 siswa Kelas VI Sekolah Dasar (SD) Pemuda Bangsa Kota Depok mengikuti prosesi pelepasan dengan tema Ceria Masa Depan Gemilang.

Kepala SD Pemuda Bangsa Rosalina menyebutkan, siswa Kelas VI lulus seratus persen. Dan siswa banyak yang melanjutkan ke SMPN maupun swasta hingga pesantren.

“Alasan dengan tema tersebut, kita di tengah-tengah kondisi pandemi covid-19 kemarin, jadi Angkatan ini sempat belajar dari rumah hampir dua tahun. Begitu ke sekolah lagi senang. Apalagi mereka itu masuknya full di bulan-bulan terakhir Kelas VI. Jadi mereka baru merasa klop dengan temannya terus belajar,” ungkap Rosalina kepada Radar Depok.

Pelepasan SD Pemuda Bangsa 2
DEWAN GURU: Dewan Guru Sekolah Dasar (SD) Pemuda Bangsa Kota Depok foto bersama dalam acara pelepasan Kelas VI, dengan tema Ceria Masa Depan Gemilang, yang diikuti sekitar 82 siswa. FOTO: ISTIMEWA

“Kita memang temanya warna-warni, dalam artian beragam. Dengan sifat masing-masing siswa dan perilaku yang berbeda, itulah yang membuat kita jadi satu dan unik,” lanjut Rosalina.

Selain itu menurutnya, perpisahan ini bukanlah akhir, tetapi merupakan langkah awal. Karena nanti ketika SMP dia sudah beranjak lebih lagi, daripada di SD. Lebih mandiri lagi, ini mereka lebih siap menghadapi SMP dengan semangat dan segala macam cita-cita yang dimiliki.

“Pesan dari saya agar mereka tidak lupa almamater sekolahnya, tetap mempertahankan prestasinya, karakter, dan disiplinnya. Agar ketika dia sudah SMP apa yang sudah dimiliki ini bisa menjadi basicnya dia. Terutama dalam hal keterampilan. Di sini sudah diajarkan Bahasa Inggris dan TIK. Ketika dia masuk SMP, sudah menguasainya,” ujarnya.

Sementara itu, Pembina Yayasan Pemuda Bangsa, Ekaningsasi Pudjiastuti mengatakan, di bawah pimpinan bu Rosa ini bisa berkreasi untuk melepaskan anak-anak dengan kerjasama bersama para guru.

“Saya selaku pembina itu sesuai dengan harapan, yaitu kerja keras, kerja tepat, dan kerja cepat pada sasarannya. Kemudian antusias sekali para orang tua murid yang sangat luar biasa,” ucapnya.

Menurutnya, disaat kita mengajak untuk bersyukur bahwa pandemi ini bisa bersahabat, sehingga bisa terlaksana pelepasan ini dengan baik. Orang tua murid senang karena sukses. Artinya happy, karena anak-anak prestasinya bagus, dan nyambung dengan kurikulum merdeka.

“Kan belajar dengan ceria untuk masa depan yang gemilang. Kurikulum merdeka sudah dilakukan sejak 2005. Pesan untuk para guru, guru tidak akan ketinggalan menjadi guru yang kreatif dan menjadi guru penggerak. Target saya Pemuda Bangsa semua harus bisa menjadi guru penggerak,” pungkasnya.

Berikut ini siswa dengan 10 nilai terbaik, yaitu: Jemima Emmanuella Tarigan (96,09), Sebastian Andrey Dinatha (95,97), Muhammad Dzaky Prasetyo (95,87), Dzakira Raihana Azzahra (95,77), Aidan Nararyadaffa Efendi (95,65), Mahesa Wahyu Ningrat (95,59), Asoka Widya Putra (95,56), Restu Bumi Adam (95,37), Dero Arlantya Wiriyono (95,16), Mikhaila Atha Norhafizah (95,11). (gun/**)