wisuda

RADARDEPOK.COM – Kelulusan setelah menempuh proses pendidikan dan mendapatkan gelar akademik, toga kerap identik di momen tersebut. Pakaian toga terdiri dari topi, jubah, identitas kampus.

Pada saat upacara wisuda, terdapat prosesi pemindahan tali yang ada di topi toga dari kiri ke kanan. Ternyata proses pemindahan ini adalah simbol yang memiliki makna.

Berikut sejarah dan asal usul tentang pakaian toga :

A. Sejarah Toga Wisuda

Melansir dari situs TIME, asal-usul toga wisuda yang sebagai simbol kelulusan bisa ditelusuri dari universitas pertama di Eropa yang didirikan para pendeta pada abad ke-12 dan 13.

Saat itu, gereja di masa itu memiliki keterkaitan dengan pusat pendidikan. Hal ini membuat para mahasiswa kerap kali terlihat mengenakan jubah dan penutup kepala yang berwarna hitam atau coklat.

Namun sejarawan berpendapat toga dan jubahnya bukan simbol pendeta, melainkan pakaian yang dikenakan untuk menjaga tubuh mereka tetap hangat. Terutama saat mesin penghangat ruangan belum ditemukan.

B. Makna Toga Wisuda

Dikutip dari Graduation Source, toga dan jubah wisuda sempat menjadi pembeda antara mereka yang memperoleh pendidikan dan masyarakat biasa. Seiring berjalannya waktu, anggapan tersebut tak lagi berlaku.

Topi dan toga wisuda kemudian menjadi simbol pengakuan dan pencapaian. Jubah wisuda juga tidak lagi digunakan untuk kehangatan, tapi sebagai pelengkap yang menandakan bidang studi seseorang.

Sejak itulah tradisi topi, toga, dan gaun wisuda mengalami perkembangan dan menjadi bagian penting dari pengalaman akademis seseorang dan mulai diadopsi oleh beberapa universitas di abad pertengahan.

Perguruan tinggi pertama yang meresmikan pakaian kelulusan atau toga wisuda yakni University of Oxford dan University of Cambridge.

C. Mengapa Tali Toga Dipindah ke Kanan Saat Wisuda?

Pada saat upacara kelulusan, wisudawan yang menggunakan toga akan melakukan prosesi pemindahan tali toga dari kiri ke kanan. Apa maksud perpindahan tersebut?

Guru Besar Universitas Sriwijaya (Unsri), Prof. Dr. Slamet Widodo, M.S., M.M. menjelaskan bahwa perpindahan tali toga dari kiri ke kanan bukan hanya sekedar simbolis, namun memiliki makna tersirat di dalamnya.

“Selama ini kuliah berada di otak kiri untuk berpikir. Kenapa dipindahkan ke kanan? Itu simbolis. Anak-anakku diserahkan kembali ke masyarakat dan berkiprah menerapkan ilmunya,” ujarnya dikutip dari laman UM Metro, Jumat (17/6/2022).

Prof. Slamet mengatakan, otak kiri memiliki fungsi untuk kecerdasan manusia, berpikir secara kritis dan berlogika. Sebagai mahasiswa, otak kiri ini yang lebih berperan.

Kemudian setelah lulus, akan ada perpindahan sebagai simbol perubahan status dari mahasiswa menjadi anggota masyarakat. Artinya, mahasiswa tak lagi hanya menggunakan otak kiri.

“Ketika tali toga secara simbolis telah dipindahkan pada bagian kanan, ada perubahan besar yang terjadi. Mahasiswa akan kembali pada masyarakat dan menjadi bagian di dalamnya. Setiap ilmu yang diperoleh bukan hanya sebatas teori, namun praktik nyata,” paparnya.

Lulusan Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) ini juga menyampaikan bahwa simbol ini diharapkan bisa menjadikan mahasiswa untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

“Pada hari wisuda harus move on, yang tadinya belajar tidak produktif dan malas-malasan, mulai setelah wisuda mindset harus berubah mempersiapkan masa depan,” kata Prof. Slamet. (rd/net)

Editor : Pebri Mulya