BERDUKA : Suasana duka menyelimuti kediaman Sudana di RT1/1, Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoranmas. Dia meninggal dunia dalam tragedi longsor yang melanda Rumah Makan Saung Tiga, Kelurahan Sawangan, Kecamatan Sawangan. Gerard Soeharly / Radar Depok

RADARDEPOK.COMUsia kapan berakhir memang tidak ada yang mengetahui. Caranya pun beragam. Hanya sang Khalik yang maha tahu. Selepas almarhum Sudana dan almarhumah Siti Marwati meninggal sanak saudara berduyun-duyun memenuhi rumah keduanya.

Laporan : Gerard Soeharly, Aldy Rama

Bendera kuning sudah berkibar saat masuk di RT1/1 Kelurahan Mampang, Pancoranmas Kota Depok. Suara tangis sudah terdengar samar-samar, semalam. Keluarga dan tetangga yang sudah datang, duduk melingkar di hadapan tubuh almarhum Sudana yang sudah ditutupi kain bermotif batik cokelat.

Di luar rumah kerabat dan orang dekat almarhum berbaris rapih di depan pintu sembari menunggu giliran untuk melihat wajah almarhum dan mendoakan. Diantara mereka, tampak kakak kandung almarhum, Nana Sunardi. Dia datang kesana menggunakan jaket berwarna merah. Kacamata bening yang dikenakannya, tidak mampu menutupi mata sembabnya. Dia amat sangat terpukul akan kepergian adiknya yang mendadak.  “Air mata sekarang ini sudah abislah kalau dibilang. Yah jelas kehilangan itu adik kandung saya,” tuturnya sambil tersedu.

Masih melekat betul diingatan Nana, sebelum alamarhum berpulang dipanggil sang kuasa. Adiknya itu sempat menitipkan sebuah petuah. Tepatnya, pada hari raya Idul Fitri tahun ini saat keluarga besar mereka mengadakan kumpul bersama.

Baca Juga : Innalillahi, Dua Guru Tewas Tertimbun Longsor di Rumah Makan Saung Tiga Sawangan

Gelagat aneh mulai ditunjukan sosok yang terkenal pendiam itu. Dalam forum keluarga tersebut mungkin untuk pertama dan terakhir kalinya dia berbicara panjang lebar. Bagi Nana, itulah satu-satunya pesan yang dia tinggalkan sebelum pergi untuk selama-lamanya.

“Puasa jangan sampai meninggalkan salat. Kalau puasa salatnya ditinggalkan, percuma puasanya,” ucap dia menirukan pesan Sudana.

Semasa hidupnya, dia dikenal sebagai penyuka olahraga. Bukti itu diperkuat juga dengan profesinya sebagai Guru Olahraga pada SDN Depok Baru 2. Selain itu, almarhum juga dikenal akrab dengan guru lainnya di Kota Depok. “Kalau di mata saya itu dia lengkap, dalam artian kemasyarakatan. Baik dan taat beragama,” beber dia.

Rencananya, jenasah Sudana akan dimakamkan pada Tempat Pemakaman Umum (TPU) di wilayah Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoranmas.

Susana duka juga menyelimuti kediaman Siti Marwati, di Jalan Kembang Beji, Kelurahan Beji Kota Depok. Korban dikenal sebagai sosok yang baik dan sering bersosialisasi dengan warga sekitar.

“Semasa hidupnya, almarhumah dikenal sebagai orang yang sangat baik, dan sering bersosialisasi dengan masyarakat. Karena almarhumah juga sering aktif dalam kegiatan-kegiatan masyarakat,” ucap kakak ipar almarhumah Siti Marwati, Slamet Riyadi.

Slamet mengungkapkan, kesehariannya, almarhumah mengajar sebagai guru di SDN Depok Baru 2 Pancoranmas sebagai guru Agama. “Bukan hanya sebagai guru saja, dia juga menjadi pengurus pesantren yatim piatu, Yayasan Islam Al-Akhyar,” ucap Slamet.

Suaminya merupakan pemilik Yayasan Islam Al-Akhyar sekaligus guru ngaji. Almarhumah memiliki dua anak kandung perempuan yang masih menjadi seorang pelajar. Sebelum almarhumah terkena musibah, ia sempat melayat ke pemakaman di Pasir Putih, dan sebelum musibah terjadi, tidak ada tanda-tanda tertentu terkait musibah yang akan menimpanya. “Kenangan terakhir bersama almarhumah, mengadakan arisan keluarga besar yang diadakan di Yayasan Islam Al-Akhyar miliknya,” ucapnya.

Terkait peristiwa ini, Camat Beji, Hendar Fradesa turut hadir dalam takjiah ke rumah duka.

“Saya mendapat informasi awalnya dari pak Sekretaris Daerah (Sekda), setelah saya telusuri ternyata orang Beji, dan kita kenal sama keluarga korban,” katanya.

Hendar mengungkapkan, pihak keluarga masih dalam lingkup keluarga Walikota Depok. Dan kehadiran Walikota Depok Mohammad Idris di rumah duka untuk bertakjiah serta berbela sungkawa memberikan doa untuk almarhumah yang tertimpa musibah.(*)
Editor : Fahmi Akbar