Panwascam
DIPANGGIL: Salah satu Panwascam saat memenuhi panggilan dari Kejaksaan Negeri Depok pada Jumat (10/6). ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok, makin serius mengungkap dugaan korupsi dana hibah Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Depok 2020, sebesar Rp15 miliar.  Usai memeriksa lima petugas Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) pada Rabu (8/6) lalu. Penyidik kembali memeriksa sejumlah orang untuk dimintai keterangan.

Diketahui ada tiga kecamatan yang sejauh ini dipanggil Kejari : Cipayung, Tapos, dan Pancoranmas. Korps Adhyaksa itu telah melakukan pemanggilan kedua, dan ketiga dilakukan hari ini, Senin (14/6).

Namun, dari pantauan Radar Depok di Kejari Depok, hingga Jumat (10/6) sekitar pukul 11:00 WIB. Setidaknya ada dua orang yang diduga petugas Panwascam terlihat hadir memenuhi panggilan tim penyidik untuk dilakukan pemeriksaan.

Baca Juga : Daftar Haji Sekarang, Warga Depok Baru Berangkat 54 Tahun Kemudian

Dari sumber terpercaya Radar Depok, salah satu Panwascam yang dipanggil menyebutkan, materi yang dipertanyakan dari Intelijen Kejari seputar Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada Pilkada tahun 2020.

“Keterangan Terkait anggaran Pilkada 2020 yang turun ke Panwascam. Apakah melalui pengajuan kecamatan ke kota, apakah sudah dibuatkan RAB kegiatan dari kota. Tentunya kecamatan pastikan tidak ada pengajuan karena RAB kita terima dari kota,” terangnya saat dikonfirmasi Radar Depok, Minggu (12/6).

Dia menuturkan, terkait isi dari RAB tersebut pada intinya terkait kebutuhan Pilkada 2020, tapi lupa secara detail apa saja yang tertulis dalam RAB itu. “Wah kalau itu lupa, sudah dua tahun lalu. SPJ fisik juga sudah di kota. Sudah gitu waktu event-nya juga yang pegang Kasekcam bukan komisioner Panwascam,” jelasnya.

Dia juga membenarkan, sejauh ini yang dipanggil ada tiga Panwascam, yaitu Tapos, Cipayung, dan Pancoranmas. Kemungkinan besar akan ke Panwascam lainnya. “Besok Senin (14/3) sudah panggilan ketiga,” tambahnya.

Dari informasi yang diberikan sampai saat ini masih diminta keterangan dari Intelijen, dan pemanggilan hanya berlangsung sekitar 15 menit.

Perlu diketahui sebelumnya, Ketua Bawaslu Kota Depok, Luli Barlini membenarkan pemanggilan tersebut saat diwawancarai, Rabu (8/6). “Iya betul, tapi itu waktu mereka jadi panwascam, sekarang kan sudah tidak,” tegasnya.

Bahkan, dari informasi yang terus digali di lapangan dua orang Panwascam telah memasuki gedung Kejari, sehingga total yang dipanggil hari ini ada lima orang.

Luli menyampaikan, pemanggilan tersebut bentuk kooperatif mantan anak buahnya, guna menindaklanjuti kasus dugaan korupsi dana hibah pada Pilkada 2020. “Itu terkait sambungan pemeriksaan kemarin, meminta keterangan,” katanya.

Ia mengakui, pemanggilan akan dilakukan secara bertahap kepada seluruh Panwascam di seluruh Kecamatan Kota Depok.

Hingga kini Kejari Depok belum juga dapat memberikan keterangan terkait dugaan korupsi dana hibah Pilkada 2020 lalu sebesar RP15 miliar. Berkali-kali dikonfirmasi Kejari Depok lebih memilih diam.(arn/rd)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar