pradi
KOMPAK : Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum (kiri) bersama Pradi Supriatna.

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pendidikan tak melulu soal akademis. Tapi perlu juga keseimbangan dengan agama. Hal inilah yang disoroti betul oleh Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar), Uu Ruzhanul Ulum, untuk bisa dijalani sekolah di Jawa Barat.

“Kunci kesuksesan seseorang antara lain adalah moral, manusia unggul di Jawa Barat harus memiliki integritas dan moralitas,” ungkap Uu kepada Radar Depok, Selasa (31/5).

Sejalan itu, kata dia, Jabar memiliki visi Juara Lahir Batin, yang artinya selain capaian-capaian materil, capaian bathiniyah pun perlu dicapai bersama. Termasuk untuk membentuk moral generasi muda, Jabar memiliki prinsip Masagi.

“Jabar Masagi sendiri di antaranya ‘Niti Surti, Niti Harti, Niti Bukti, Niti Bakti’. Artinya dengan Jabar Masagi. Karenanya diharapkan generasi muda Jabar dapat menjadi manusia berkualitas sekaligus berbudaya,” katanya.

“Manusia berbudaya ini memiliki kemampuan untuk bisa belajar merasakan (surti/rasa), belajar memahami (harti/karsa), belajar melakukan (bukti), belajar hidup bersama (bakti),” imbuhnya.

Sementara itu, dalam ajaran Islam pun menuntut ilmu merupakan kewajiban, di mana mempelajari ilmu ukhrawi adalah fardhu ain, sementara keilmuan yang umum adalah fardhu kifayah. “Ini termasuk di dalam pendidikan dunia akhirat. Saya tidak mau anak-anak hanya dibekali pendidikan dunia saja, tanpa ada pendidikan agamanya. Saya tidak mau itu,” tegasnya.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna, mencatat poin khusus dari wakil gubernur. Pendidikan dunia akhirat. Di Depok, sistem pendidikan sudah bagus, tapi untuk soal akhirat butuh lebih lagi.

Dia menyinggung soal ketiadaan sekolah madrasah di Kota Depok. Akan sangat sulit mendidik anak-anak soal dunia akhirat, dengan tidak adanya madrasah negeri.

Saya dorong Pemkot Depok untuk segera membuat madrasah negeri. Tidak ada ditawar lagi. Harus segera,” pungkas mantan Wakil Walikota Depok ini. (rd/jun)