perlintasn rel rawageni
SIAP DIHUKUM : Suasana warga Kampung Rawageni yang memenuhi pintu perlintasan meminta pintu untuk tetap dibuka, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Selasa (21/06). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Warga Kampung Rawageni, Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung terus berupaya untuk membuka kembali pintu perlintasan untuk kepentingan warga.

Bahkan, warga dengan rela di hukum pidana alias dipenjara demi tetap dibukanya pintu perlintasan Kampung Rawageni.

Pernyataan keras tersebut disampaikan Tokoh Masyarakat Kota Depok yang bermukin di Kampung Rawageni, Djainul AB, Selasa (21/06).

“Kalau memang ini melanggar undang-undang, saya siap dipenjarakan demi pintu kereta tetap dibuka, ini untuk hidup warga sini,” tegasnya di lokasi.

Dirinya membeberkan, sejak ditutup PT KAI perekonomian Kampung Rawageni mengalami penurunan drastis, karena tidak diakses lagi jalanannya oleh masyarakat.

BACA JUGA : Sejarah Pakaian Toga, Bukan Jubah Simbol Pendeta

Bukan hanya itu, katanya, kemacetan setiap hari selalu dirasakan warga setempat. Hal ini buntut dari hilir mudik pengendara.

“Jadi dampaknya banya sekali. Warga hanya minta (pintu perlintasan) di buka, sudah itu aja,” tandasnya. (rd/arn)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Pebri Mulya