WARTEG MERADANG : Suasana salah satu warteg milik Kowantara yang berada di Jalan Raya Bahagia, Kecamatan Sukmajaya. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Harga pangan yang semakin tak terkendali bukan hanya dirasakan ibu-ibu rumah tangga. Kenaikan harga juga membuat pedagang warteg meradang hingga lakukan langkah tegas.

Bahkan ancaman berhenti jualan juga akan dilalukan jika tak ada langkah nyata dari pemerintah untuk mengendalikan harga.

Ketegasan itu disampaikan Ketua Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara), Mukroni saat dikonfirmasi Radar Depok terkait dampak pangan yang melonjak tinggi, Senin (20/06).

“Kami pasti akan melakukan penghentian jualan, ini pilihan terakhir kami. Jika harga-harga semakin liar dan anomali yang menyebabkan tidak terjangkau untuk membelinya,” tegasnya.

Sebelumnya, Mukroni menyampaikan ada sekitar 3.000 warteg yang masuk dalam daftar Kowantara, dan tentunya akan bergerak secara solid.

Namun, dipastikan pedagang warteg tidak akan menaikan harga menu untuk para pembelinya. Tapi mensiasatinya dengan mengurangi sedikit porsinya.

“Kami tidak mungkin menaikan harga, meski pangan harganya fantastis. Kami tahu betul daya beli masyarakat menengah ke bawah belum pulih sepenuhnya,” ungkapnya.

Pihaknya sangat menanti turun tangan dari pemerintah untuk meredam gejolak harga yang sedang berlangsung minggu-minggu ini. (rd/arn)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Pebri Mulya