CEGAH KEKERASAN ANAK : Seluruh anak di Depok saat foto bersama usai melangsungkan seminar pertama memperingati Hari Anak Nasional, di Gedung Balaikota Depok.

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pengetahuan 55 anak dibuka untuk dapat mengenali hak-haknya dan menjadi Pelopor dan Pelapor (P2) terhadap kekerasan bagi anak.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Depok, Widiyati menegaskan, pengetahuan tersebut untuk membentuk mental anak agar berani melakukan tindakan jika mendapatkan perlakuan yang tidak semestinya.

“Kami menyuplai semangat pada mereka (anak-anak) agar tidak diam kalau melihat kekerasan pada anak,” jelasnya saat melangsungkan Seminar Hari Anak Nasional (HAN) Kota Depok, yang berlangsung di Gedung Balaikota, Kamis (1/7).

Sasaran inti, kata Widiyati bukan pada Forum Anak yang ada di Kota hingga Kelurahan tapi lebih kepada anak-anak yang menjadi masyarakat umum.

Memang pertemuan tersebut sekaligus memperkenalkan Forum Anak, sehingga yang belum terlibat dalam forum tersebut bisa ikut serta agar selalu terpenuhi pengetahuan terhadap anak.

“Anak-anak harus bersatu dan kuat, beritahukan temannya untuk berani jadi pelopor untuk jadi pelapor kekerasan yang dialami temannya atau dirinya,” tegas Widiyati.

HAN Kota Depok akan terus melangsungkan rentetan kegiatan nanti tanggal 18 Juli mendatang, yang bersifat mengedukasi dan memotivasi semua anak untuk menghindari maupun mencegah kekerasan. (rd/arn)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Pebri Mulya