agama australia
Ilustrasi

RADARDEPOK.COM – Warga yang tidak beragama kini semakin banyak di Australia. Hal itu berdasarkan hasil survei Australian Bureau of Statistics (ABS) yang dirilis pada Senin (27/6/2022).

Dalam laporan tersebut disebutkan, meski masih menjadi mayoritas untuk pertama kalinya agama Kristen di Australia hanya dipeluk kurang dari setengah populasi (43,9 persen) negara itu.

Di sisi lain, persentase warga Australia yang mengaku tidak beragama kian meningkat, menyentuh angka 38,9 persen. Jumlah itu naik secara signifikan dari survei sebelumnya pada 2016 yang hanya 30,1 persen.

Sebelumnya, diketahui Kristen telah menjadi agama dominan di Australia dengan persentase pemeluk hingga 90 persen pada 1966. Namun, jumlahnya kian berkurang dari waktu ke waktu.

Migrasi warga negara lain ke Australia serta meningkatnya kepercayaan pada paham ateisme dan sekuler ditengarai jadi penyebab berkurangnya pemeluk agama ini.

Survei ABS terbaru juga menyebut beberapa agama berkembang dengan cukup pesat di Australia, yakni Hindu (2,7 persen) dan Islam (3,2 persen). Walau begitu, jumlah tersebut masih terbilang minoritas.

BACA JUGA : Petugas KPK Main ke Depok, Sorot Delapan Titik Korupsi

Hasil sensus juga menyebut hampir 24.000 pernikahan sesama jenis secara resmi dicatat untuk pertama kalinya.

Sementara itu, angka pernikahan menurun cukup drastis dalam dua dekade terakhir. Pada 1991, persentase warga Australia berusia di atas 15 tahun yang terdaftar menikah di angka 56,1 persen, sementara dalam survei terbaru angkanya menurun jadi 46,5 persen.

Seperti diberitakan ABC, survei ini dilakukan oleh ABS pada Agustus 2021 ketika pandemi Covid-19 merajalela.

David Gruen, ahli statistik Australia, mengatakan pandemi tak jadi halangan untuk melakukan sensus. Tingkat responden dari rumah tangga, kata dia, naik menjadi 96,1 persen dari 95,1 persen, lima tahun sebelumnya.

Adapun dalam skala perbandingan, Gruen menyebut empat dari lima responden mengirimkan jawaban survei secara daring. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya