lurah
Lurah Serua, Sanuddin Ari

Bagi Sanuddin Ari, mengabdi kepada masyarakat menjadi hal yang dirinya inginkan sejak dulu. Malang melintang perjuangan dengan niat dan tekad yang kuat, semua berawal ketika menjadi pengurus desa, dirinya kini menjabat sebagai lurah Serua hingga saat ini.

Laporan : Aldy Rama

RADARDEPOK.COM, Sanuddin Ari merupakan sosok yang dikenal sebagai orang yang gemar bercanda, terutama saat tamu yang sedang berkunjung di ruang kantor lurahnya. Layaknya ruangan kantor lurah lainnya, turut tersedia juga banyak air mineral beserta camilan berupa lontong dan pastel yang disediakan diatas sebuah piring kecil.

Sangat ditemui diruangannya, dengan begitu ramah dan penuh senyum dirinya menyambut hangat tamu yang datang dan bertanya. “Ada perlu apa?,” seraya tersenyum.

Dirinya pun bercerita dengan senang hati dan sangat mendetail dari awal dirinya dilahirkan hingga bisa sampai saat ini. Memang bukan perjalanan yang mudah, dengan tekad yang kuat tentunya dirinya bisa menjabat sebagai lurah saat ini.

Saya merupakan asli orang Depok tapi tinggalnya di Duren Mekar, dan saya merupakan pria yang lahir pada tanggal tujuh, bulan empat, tahun 1966, dan begitupun kedua orang tua saya, mereka semua merupakan asli orang Depok, tapi saat tahun itu Kota Depok masih masuk wilayah Kabupaten Bogor, kalau dibandingkan umur kamu dengan saya, ibarat saya berbicara dengan anak sendiri,” ujarnya menepuk pundak seraya bercanda.

Sanuddin Ari, merupakan sosok yang lahir dari keluarga sederhana, setelah lulus SMEA, dirinya memiliki harapan ingin masuk perguruan tinggi pada saat itu, karena berbuntut pada kekurangan biaya, dirinya berinisiatif untuk tinggal di rumah kakaknya yang berada di Tanjung Priok untuk mengikuti berbagai kursus guna mengembangkan ilmu, berkat niat dan tekad yang tinggi, dirinya akhirnya bisa berkuliah pada tahun 1995 sampai 1999 di Perguruan Tinggi Dewantara dengan gelar S1.

Waktu tahun 1998 awal karir saya berdiri sebagai pengurus desa di Duren Mekar, satu tahun lamanya berlangsung pada tahun 1999 kemudian saya diamanatkan menjadi pejabat sementara sebagai Kepala Desa dari 1999-2002, kemudian diangkat menjadi Kasi Pemtrantib, jadi semua staf kantor desa pada saat itu sama saja seperti kelurahan-kelurahan yang sekarang, ada berbagai Kepala Seksi” ungkapnya.

Kemudian dirinya bersikeras untuk mengabdi kepada negara maupun masyarakat, dengan mengikuti beberapa kali tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebagai pembuktian dirinya ingin sekali mengabdi untuk negara dan rakyat.

Ditahun 2002 ada tes penerimaan CPNS pada saat itu tapi saya gagal, namun saya kembali mencoba lagi di tahun 2004, akhirnya saya lolos masuk ke staf daerah Dispenda dan di situ saya masuk di bidang dua yang mengelola pajak-pajak daerah,” ungkapnya.

Akhirnya, setelah lamanya berkarir, dirinya akhirnya diamanatkan menjadi staf Kecamatan Bojongsari pada akhir 2018, dan tiga bulan kemudian menjadi Sekretaris Kelurahan Serua, dan akhirnya pada tahun 2020 diamanatkan oleh Walikota Depok untuk menjadi Lurah. (*)

Editor : Junior Williandro