sekda
GATHERING : Sekda Kota Depok, Supian Suri membuka kegiatan Gathering CSR, di Savero Hotel, Margonda, Senin (4/7).

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Depok mengajak sebanyak 50 perusahaan swasta, rumah sakit, perguruan tinggi maupun BUMN untuk melakukan pembangunan, lewat program Social Responsibility (CSR).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Supian Suri, mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, langkah ini sebagai momentum membangun sinergisitas dalam memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Kota Depok.

“Sehingga dengan kolaborasi ini dapat terwujud harapan Kota Depok yang maju, berbudaya dan sejahtera benar-benar bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat,” katanya saat acara Gathering CSR, di Savero Hotel, Margonda, Senin (4/7).

Supian Suri mengungkapkan, dalam membangun sebuah kota, perlu kolaborasi dan dukungan dari berbagai elemen, terutama perusahaan. Sebab, pemerintah daerah tidak mungkin mendanai sendiri karena kurangnya anggaran, sehingga perlu CSR dari perusahaan.

“Saya sangat yakin apa yang sudah dijalankan perusahaan terhadap lingkungan sudah maksimal, namun kami ingin membangun sinergi yang lebih baik ke depannya sehingga apa yang sudah dilaksanakan selama ini menjadi tepat sasaran,” ungkapnya.

Dikatakannya, banyak program yang dapat dikolaborasikan antara pemerintah dengan perusahaan untuk menanggulangi masalah di Kota Depok. “Seperti perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), penyediaan sanitasi layak atau septictank, penyandang masalah kesejahteraan sosial, dan lain sebagainya,” ucapnya.

Kepala Bappeda Kota Depok, Dadang Wihana menjelaskan, adapun seluruh perusahaan atau instansi itu akan berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Sebab, mereka merupakan salah satu dari tujuh unsur heptahelix. “Tahun ini sedang kita dokumentasikan, Tahun 2023 akan disusun dalam bentuk dokumen perencanaan,” kata dia.

Sebagai keseriusan, sebut dia, pihaknya merumuskan berbagai program atau pembangunan yang dapat dikolaborasikan. Contohnya, kata Dadang, pembangunan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di Jalan Margonda yang dibangun oleh salah satu apartemen. “JPO selamat datang di Margonda itu salah satu contoh CSR,” tuturnya.

Selain gathering, ungkap Dadang, pihaknya akan mengadakan forum kemitraan. Di sana, perusahaan atau instansi dapat memberikan usulan program atau pembangunan yang dilakukan pada tahun berikutnya.

“Bulan depan akan ada forum kemitraan. Nanti setiap perusahaan menyampaikan usulan-usulan yang akan dilakukan pada 2023 dan melaporkan kegiatan CSR yang sudah dilakukan selama 2022,” bebernya.

Dia memaparkan, setidaknya ada tujuh program atau pembangunan yang dapat digarap Pemkot Depok bersama dengan perusahaan-perusahaan tersebut.

Misalnya, peningkatan kualitas pelayanan publik, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kreatif dan berdaya saing, pengembangan ekonomi yang mandiri kokoh dan berkeadilan. Lalu, pengembangan infrastruktur dan ruang publik yang merata, berwawasan lingkungan dan ramah keluarga.

“Selanjutnya, ada pengembangan kesadaran masyarakat dalam melaksanakan nilai agama serta menjaga kerukunan antar umat beragama serta meningkatkan kesadaran hidup berbangsa dan bernegara. Penanggulangan bencana, dan terakhir pemberdayaan penyandang masalah kesejahteraan sosial,” papar Dadang.

Daasar hukumnya, beber dia, Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).

“Kemudian, Peraturan Walikota Depok (Perwal) Nomor 101 Tahun 2021 tentang Sinergitas Perencanaan Partisipatif Pembangunan (SAPA SABA),” tandas Dadang. (rd/ger)

Jurnalis : Gerard Soeharly

Editor : Junior Williandro