pembunuhan imelga
BERDUKA : Suasana kediaman Imelga Dwirani di Jalan Wadas, RT 6/14, Kelurahan/kecamatan Pancoranmas Kota Depok, dipenuhi dengan duka sambil menunggu kedatangan jenazah dari RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (30/6). GERARD SOEHARLY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Teka-teki kematian Imelga Dwirani akhirnya terjawab. Dugaan keluarga anak tercintanya dibunuh kemudian dibuang di Kali Krukut, Beji Kota Depok, benar adanya. Senin (4/7), pelaku pembunuhan sudah ditangkap. Penangkapan tersebut penuh dengan kerja keras yang dilakukan Polres Metro (Polrestro) Depok.

Informasi yang dihimpun Harian Radar Depok, pengejaran pelaku sampai di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng), sekira pukul 10:30 WIB. Saat dibawa pulang ke Kota Depok pada pukul 21:10 WIB. Sayangnya, Polrestro Depok belum memberikan keterangan secara pasti siapa pelakunya, dan bagaimana motif pelaku bisa membunuh perempuan berusia 22 tahun itu.

Baca Juga : Gagal Lelang Sumbang Silpa Tinggi di Depok, Walikota : Jadi Perhatian Kami

Ayah almarhum Imelga Dwirani, Endro Prasetia mengaku, pihak keluarga sudah mendapatkan info bahwa pelaku sudah tertangkap. “Pihak Polres Metro Depok datang kerumah untuk memberikan informasi pada 11.30 WIB tadi pelaku sudah tertangkap,” ujar Endro Prasetia kepada Harian Radar Depok, Senin (4/7).

Saat mendapatkan info, kakak kandung korban, Septiara Pratami dan paman korban, Hamid mendatangi polres sekitar pukul 12:00 WIB. Sehabis pulang dari Polrestro Depok, kakak kandung korban saat dimintai keterangan tidak bisa memberi keterangan lebih lanjut. “Belum bisa memberi info dikarenakan keluarga masih dalam keadaan syok,” kata ayah almarhum.

Sebelumnya, Pakar Kriminolog UI, Profesor Adrianus Meliala mengatakan, jika penyebab kematiannya karena dibunuh dan pihak keluarga sudah memperoleh hasil otopsi, polisi tinggal melanjutkan proses lidik hingga sidik. “Untuk dugaan wajah pelaku pembunuhan yang sudah beredar di media sosial. Hal ini tidak bisa menjadi bukti yang kuat hanya karena dugaan dari media sosial semata,” jelasnya.

Adrianus mengungkapkan, jika pihak yang diduga membunuh tersebut tidak benar dan tidak terima, orang tersebut bisa saja balas menggugat.

Diketahui, warga Kota Depok dihebohkan dengan penemuan sesosok jenazah perempuan, di kali Krukut dekat Grand Matoa Kecamatan Beji Kota Depok, Kamis (30/6). Jenazah yang membengkak itu bernama Imelga Dwirani warga Jalan Wadas, RT 6/14, Kelurahan/kecamatan Pancoranmas Kota Depok. Kuat Dugaan perempuan berusia 22 tahun ini menjadi korban pembunuhan.

“Justru itu saya juga belum tau (penyebab kematian), ibu sedih dengarnya,” kata Ibu Kandung Imel, Samih kepada Radar Depok, Kamis (30/6) malam.

Samih meminta, aparat kepolisian mengusut tuntas kasus kematian putrinya yang diduga karena pembunuhan. “Pengen nya sih gitu supaya dapat kepastian dari keluarga,” terangnya.

Dia menjelaskan, terakhir bertemu dengan anaknya pada Sabtu (25/4) sore. Saat itu, Imel berpamitan untuk pergi kerja. “Terakhir kontekan, sabtu sore atau malam minggu, ibu juga lupa,” beber Samih.

Namun, ungkap Samih, Imel sempat bertemu dengan salah satu pemilik warung dekat rumahnya. Kemudian, dia meminta maaf tanpa menyebutkan kesalahannya. “Senin (27/6) sore, ketemu di jalan sama om warung dia minta maaf, om warung juga gak ngerti, cuma bilang jangan bilang sama mama,” terangnya.

Kendati demikian, dia belum mencuragai seseorang yang didgua melakukan pembunuhan terhadap putri kandung itu. Sebab, selama ini, Imel menjadi sosok yang tertutup dan jarang menceritakan permasalahnnya. “Dia gak ada ngomong apa-apa sama ibu karena dia orangnya tertutup,” jelas Samih.

Samih menuturkan, pada tekahir pertemuannya, Imel hanya berpamitan untuk pergi kerja. Setelah itu, dia tidak kunjung kembali sampai ditemukan tewas di Kali Krukut, Beji. “Ibu masih sempet WA dia, kamu jaga diri jangan macem-macem diluar jangan suka posting di sosmed takut orangtua tau nanti kamu jadi jelek, kamu hormatin mama,” pesan dia kepada Imel.

Sepengetahuannya, Imel sedang melakukan proses perceraian dengan suaminya yang dijadwalkan menjalani sidang pada Agustus mendatang. “Lagi proses cerai, Agustus besok panggilan sidang,” terangnya.

Perlu diketahui, mayat perempuan di Kali Krukut perbatasan antara Depok dengan Jagakarsa.  “Kami pastikan itu dari arah Depok dan kebetulan nyangkutnya di Jagakarsa. Dan enggak sampai jauh lah karena itu dari Depok,” ucap Kapolsek Jagakarsa, Kompol Wahid Key, kepada wartawan, Kamis (30/6).

Saat ditemukan, jasad itu diketahui ada bekas kekerasan pada tubuhnya. Pihaknya belum bisa memastikan apa penyebab pasti kematian korban. Apakah dibunuh, atau ternyata karena tenggelam dan hanyut terbawa arus kali.

“Jadi kondisi mayat itu tidak ditemukan adanya kekerasan namun karena tidak ada identitasnya, kami bawa ke Rumah Sakit Fatmawati untuk melakukan visum dan autopsi untuk mengetahui lebih dalam,” ujar dia.

Wahid menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Babinsa di lokasi kejadian. Hal ini tak lain guna mencari tahu soal identitas korban. “Kami koordinasi untuk mengecek apakah ada warga yang hilang sehingga nanti bisa lakukan pengecekan di RS Fatmawati,” tandasnya.(ana/ama/rd)

Jurnalis : Andika Eka, Aldy Rama 

Editor : Fahmi Akbar