Anggota DPRD Jawa Barat, Rizki Apriwijaya. Istimewa

RADARDEPOK.COM – Anggota DPRD Jawa Barat, Rizki Apriwijaya mengajak umat muslim yang mampu untuk berkurban di Idul Adha 1443 Hijriah dan tidak khawatir akan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

“Memang saat ini, di samping pandemi Covid-19, perayaan Idul Adha dihantui wabah PMK. Namun, umat muslim yang mampu berkurban agar khawatir akan wabah ini dan tidak menjadi penghalang niat untuk berkurban,” kata Rizki Apriwijaya kepada Radar Depok, Kamis (30/06).

Sebab, sambung Rizki Apriwijaya yang duduk di Komisi V DPRD Jawa Barat ini, untuk memberikan keamanan serta kenyamanan masyarakat dan konsumen, hewan kurban diberikan barcode yang bisa dicek langsung mengenai kesehatan hewan tersebut.

“Informasi dari Pak Gubernur (Ridwan Kamil. Red) seperti itu. Jadi, jangan takut untuk berkurban,” tutur politikus milenial Gerindra ini.

Kemudian, sambung dewan dari Dapil Jabar VIII (Kota Depok-Kota Bekasi) ini, wabah PMK membuat banyak hewan ternak, khususnya sapi yang dimusnahkan. Pemerintah pun menyiapkan ganti rugi dengan menyiapkan anggaran untuk mengganti sapi yang dimusnahkan paksa karena terpapar PMK.

Namun, gant rugi ini hanya untuk peternak usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Nilai ganti ruginya senilai Rp 10 juta per sapi.

“Pemerintah juga kita patut apresiasi. Tentu wabah PMK ini yang paling dirugikan adalah peternak atau petani sapi. Banyak yang mati akibat wabah ini. Dari DPP Gerindra pun sudah mengusulkan ke pemerintah agar memberikan bantuan kepada mereka yang mengalami kerugian tersebut. Alhamdulillah, sudah direspon,” ucap Rizki Apriwijaya. (cky)

Editor : Ricky Juliansyah