Politikus PKS yang juga pemerhati perempuan dan anak asal Depok, Novi Anggriani. Istimewa

RADARDEPOK.COM – Arus informasi makin cepat seiring berkembangnya teknologi, terutama di media sosial. Karenanya, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Novi Anggriani terus mengingatkan masyarakat, khususnya milenial untuk bijak dalam bermedia sosial.

Hal ini Novi Anggriani sampaikan kembali, lantaran masih banyak yang tidak bijak saat menggunakan media sosial. Seperti yang menimpa salah satu oknum tenaga pendidik di wilayah Kota Depok.

“Berkomentar miring di media sosial terhadap salah satu tokoh, sampai digeruduk salah satu organisasi,” tutur Novi Anggriani kepada Radar Depok, Selasa (5/7).

Meski meminta maaf, Novi Anggriani menyesalkan hal tersebut terjadi dari seorang tenaga pendidik yang seharusnya memberikan ilmu dan contoh baik bagi muridnya. Juga, tidak hanya menerapkan di sekolah, tapi dalam berperilaku juga harus menjadi teladan.

“Itu yang kita sesalkan, profesinya pendidik. Tapi, mungkin yang dilakukan kekhilafan sesaat dan permintaan maafnya tulus serta tidak mengulanginya lagi,” katanya.

Novi Anggriani yang juga pemerhati Perempuan dan Anak asal Depok ini pun berharap agar kasus tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi dirinya maupun orang lain, khususnya mereka yang aktif di media sosial.

“Berfikir kritis boleh, tapi tidak boleh sampai memfitnah atau menebarkan ujaran kebencian terhadap seseorang, apalagi media sosial dan internet pun sudah ada rambu-rambunya, yakni UU ITE,” pungkas Novi Anggriani. (cky)

Editor : Ricky Juliansyah