diskusi anak muda
PERANGI : Sejumlah organisasi maupun komunitas di Kota Depok ketika berdiskusi untuk menangkal perang asimetris yang diadakan SKSM di Makan Holic, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas, beberapa waktu lalu. FOTO : GERARD SOEHARLY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pembangunan Kota Depok masih minim melibatkan peran pemuda Depok. Hal itu disampaikan Ketua Panitia kegiatan Diskusi Peran Pemuda Depok, Feri Supitra.

“Dalam pembangunan Kota Depok yang minim melibatkan peran pemuda Depok itu sendiri yang juga merupakan masyarakat Kota Depok pada umumnya,” ungkapnya dalam kegiatan yang membahas tentang penguatan nilai-nilai kebangsaan tersebut.

Feri Supitra menuturkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok kerap menyampingkan peran kaum muda dalam melakukan pembangunan baik fisik maupun karakter.

“Garis besarnya kita membangkitkan kembali rasa kepedulian kaum muda Depok, dalam hal pengawasan kebijakan-kebijakan Pemkot Depok,” terangnya.

Sebagai narasumber dalam diskusi tersebut, Ketua KNPI Kota Depok, Army Mulyanto menyampaikan, pemuda di Depok terbilang lebih cerdas dibandingakan kota/kabupaten lainnya di Jawa Barat. Sebab itu, dia meyakini pemuda di Depok mampu menangkal perang asimetris.

“Pemuda di Kota Depok rata-rata sudah pada cersas jadi tahu cara memilah yang terbaik buat mereka, tinggal bagaimana kita mengakomodir anak muda dengan apa yang mereka butuhkan sesuai dengan minat mereka,” ujarnya.

Dia menyebutkan, kaum muda di Depok tidak dapat lagi dipaksa karena, mereka memiliki sifat yang apatis jadi pihak lainnnya harus mampu menyelaraskan.

“Sebagai pemuda kita harus berkomitmen untuk hadir disetiap perubahan pada kota kita ini,” tandasnya. (rd/ger)

 

Jurnalis : Gerard Soeharly

Editor : Pebri Mulya