askot
POSE : Match Commissioner (MC) atau pengawas pertandingan dari Askot PSSI Kota Depok, Ismail (keempat dari kiri) ketika melakukan pose usai bertugas mengawasi pertandingan di Stadion Gelora Bung Karno (GBK).
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Match Commissioner (MC) atau pengawas pertandingan dari Askot PSSI Kota Depok, Ismail, dipanggil PSSI pusat untuk mengikuti kegiatan penyegaran Manager MC.

“Match commissioner Depok dipanggil penyegaran PSSI untuk kompetisi musim ini,” kata dia kepada Radar Depok, Kamis (21/7).

Dia menjelaskan, pengawas pertandingan di Kota Depok masih sangat sedikit jumlahnya. Namun, telah aktif dalam mengawasi sejumlah pertandingan mulai dari Divisi 2 hingga Divisi Utama.

“MC Depok jumlahnya masih sedikit, terus selama ini aktif dalam tugas kompetisi Askot Depok mulai divisi dua hingga utama yang belum lama selesai,” sebut Ismail.

Ismail menuturkan, sejak Tahun 2007 dia hanya seorang diri berkiprah pada tingkatan nasional. Namun, Tahun 2019 lahir satu regenerasi yang membantu dirinya. “Dan dilanjutkan tahun ini yang terbaru bernama Epi Bahri,” ucapnya.

Dia berharap, regenerasi pengawas pertandingan di Kota Depok dapat tampil di tingkat nasional. Sehingga, mengharumkan nama Kota Depok. “Rencananya agar mereka bisa bertugas di level nasional,” tutur Ismail.

Komite Etika Askot PSSI Kota Depok itu menerangkan, pihaknya akan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) pada 24 Juli 2022 dengan agenda pemilihan pengurus baru.

“Tanggal 24 akan ada KLB Askot, agendanya pemilihan pengurus baru,” kata Ismail.

Meski mengawasi pertandingan, dia mengungkapkan, pihaknya tidak berwenang dalam memberikan izin atau rekomendasi untuk suatu pertandingan. Karena, izin tersebut hanya dilakukan Askot PSSI Kota Depok.

“Biasanya seperti open turnamen tidak memakai MC kecuali kompetisi resmi,” tutur Ismail.

Dalam waktu dekat, jelas Ismail, pihaknya akan mengadakan Liga Pendidikan Indonesia. “Sebelumnya kompetisi internal, dan tidak lama lagi, bulan Agustus ada liga pendidikan Indonesia,” imbuhnya.

Lebih lanjut, saat ini hanya ada 7 pengawas pertandingan di Kota Depok yang terdiri dari Nasional 5 orang dan Provinsi 2 orang. Setelah KLB dilangsungkan, pihaknya akan membuat program agar semua MC bisa berkiprah di level nasional.

“Walau persaingan sangat ketat dan berat. Itu semua tergantung siapa yang akan menjadi manager MC Askot yang akan datang,” tutup Ismail. (ger/mg1)

Jurnalis : Gerard Soeharly, Resa Pranata

Editor : Junior Williandro