rudapksa
SUNYI : Suasana lembaga pendidikan agama di kawasan Beji Kota Depok yang diduga menjadi tempat kasus rudapaksa pengajar dan muridnya, beberapa waktu lalu, Kamis (30/6). GERARD SOEHARLY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Upaya dalam mencari keadilan bagi belasan murid terjawab. Senin (4/7), Polda Metro Jaya menetapkan empat orang tersangka dalam kasus rudapaksa di lembaga pendidikan agama di Kelurahan Beji Timur, Beji Kota Depok. Para tersangka kuat dugaan sudah menyetubuhi para murid yang masih di bawah umur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan mengatakan, empat orang tersangka itu terdiri dari tiga pendidik (Guru) di lembaga pendidikan agama dan satu laki-laki yang merupakan senior di sana. Meski begitu, Zulpan belum bisa menginformasikan adanya penangkapan dan penahanan terhadap empat orang tersangka itu.

“Sudah disampaikan, sudah naik sidik dan empat jadi tersangka,” kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Senin (4/7).

Baca Juga : CSR di Depok, Supian Suri : Kami Ingin Bangun Sinergi

Zulpan mengatakan, penetapan tersangka ini telah dilakukan tim penyidik Sub Direktorat Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya setelah gelar perkara. Hasil gelar perkara ini pun telah menetapkan status proses hukum pencabulan ini dari semula penyelidikan menjadi penyidikan.

Selain itu,  identitas para pelaku maupun pasal yang disangkakan juga belum disebutkan. Tapi,  dia mengatakan, satu orang pelaku telah diketahui berperan menyetubuhi murid yang merupakan anak di bawah umur. Dua orang lainnya melakukan pencabulan, dan satu orang yang merupakan senior menyetubuhi dan juga mencabuli murid itu. “Sudah dinaikan ke penyidikan, kemudian statusnya sudah naik sidik, dan jadi tersangka,” tegas Zulpan.

Perlu diketahui sebelumnya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Jumat (1/7), KPPPA memastikan belasan murid yang menjadi korban rudapaksa pendidik agama di lembaga pendidikan agama, Kelurahan Beji Timur, Beji Kota Depok itu dapat pendampingan hukum dan psikologis.

“Kementerian PPPA terus mengawal seluruh kasus-kasus kekerasan yang terjadi pada anak dan perempuan, termasuk kekerasan seksual terhadap anak yang masih terus terjadi. Kami ingin memastikan penegakan hukum seluruh kasus berjalan baik dan ada pendampingan psikologis terhadap korban anak,” kata Asisten Deputi Pelayanan Anak Yang Memerlukan Perlindungan Khusus Kementerian PPPA, Robert Parlindungan Sitinjak kepada Harian Radar Depok, Jumat (1/7).

Pihaknya melakukan kunjungan menjangkau korban untuk memastikan kondisi korban.  Harus dapat layanan pemenuhan hak korban, seperti layanan psikologis, pemenuhan hak pendidikannya, kondisi orang tua dan lingkungan masyarakat sekitarnya.

Korban diketahui mendapat rudapaksa yang melibatkan tiga orang pengajar dan satu kakak kelas saat menempuh pendidikan di lembaga pendidikan agama, di Kelurahan Beji Timur,  Kecamatan Beji, Kota Depok.

Robert menambahkan, Tim SAPA 129 Kementrian PPPA akan terus berkoordinasi dengan UPTD PPA dan DP2KBP3A Kota Depok. Guna memastikan pendampingan terhadap korban berjalan baik secara hukum dan pendampingan psikologis untuk pemulihan psikis dan mental korban.

Perlu diketahui, belasan murid di lembaga pendidikan agama di Kelurahan Beji Timur, Beji menjadi korban kekerasan seksual oleh empat guru dan seorang kakak kelas. Kekerasan seksual ini sudah terjadi selama setahun, namun kasus ini baru terungkap sejak sepekan yang lalu.

Kuasa hukum korban Megawati mengatakan, para korban baru menceritakan saat libur belajar dan telah dijemput oleh orang tuanya untuk pulang. Ia pun menyebut ada 11 anak yang jadi korban rudapaksa. Namun, hanya lima yang berani melaporkan dan telah diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya.

“Dari 11 yang dilecehkan, yang berani untuk speak up hanya lima orang, tapi sekarang yang diperiksa baru tiga orang. Karena yang satu orang lainnya masih di Bandung dalam kondisi sakit,” ujar Mega di Polda Metro Jaya, Rabu (29/6).

Mega mengaku, telah mendengar pengakuan dari korban dan langsung membuat laporan ke Polda Metro Jaya bersama orang tua korban untuk ditindaklanjuti. Pihak kepolisian pun mengembangkan laporan hingga korban melakukan visum di rumah sakit. Polda Metro Jaya telah menerima tiga laporan dari para korban. Dalam laporan itu ketiga korban melaporkan sejumlah pelaku yang sama. Tiga laporan terpisah sudah teregister di Polda Metro Jaya dengan nomor: LP/B/3082/VI/SPKT/PMJ; LP/B/3083/VI/SPKT/PMJ; dan LP/B/3084/VI/SPKT/PMJ.(ana/rd)

Fakta dan Data Rudapaksa di Depok :

Tempat :

  • Lembaga pendidikan agama

Lokasi :

  • Kelurahan Beji Timur

Dugaan Korban Rudapkasa :

  • Belasan murid perempuan

Dugaan Pelaku :

  • 4 guru agama
  • 1 kakak kelas

Laporan Korban :

  • Di Polda Metro jaya

Penetapan Tersangka :

  • 3 guru agama
  • 1 kakak kelas

Jurnalis : Andika Eka 

Editor : Fahmi Akbar