BANJIR : Wilayah RW 6, Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoranmas yang terdampak banjir, Senin (25/07). 

RADARDEPOK.COM, MAMPANG – Banjir kembali terjadi dibeberapa titik wilayah Mampang, Kecamatan Pancoranmas. Luapan air diduga karena saluran pembuangan air ataupun drainese yang ada tidak dapat menampung volume air, akibatnya beberapa warga dari RW 6 kebanjiran hingga terpaksa dievakuasi. 

“Banjir ini terjadi bukan kali ini saja, awal kali mulai terjadi banjir pada tahun 2020 sampai saat ini, jadi peristiwa banjir di wilayah kami ini cukup sering terjadi,” ucap ketua RW 6, Sugianto kepada Radar Depok, Senin (25/07). 

Lanjutnya, dirinya sudah beberapa kali meminta kepada dinas-dinas terkait perihal solusi untuk penanggulangan banjir. Namun, sampai saat ini belum solusi yang terealisasi. 

“Awal mula air naik itu pada hari Sabtu (23/07) sekitar pukul 13:00 WIB,  diduga penyebabnya karena drainase yang ada di jembatan simpang Jalan Pramuka Raya itu tidak dapat menampung volume air kiriman,” ungkapnya. 

Baca Juga  CEO Indosat Ooredoo Raih Penghargaan Gold di APAC Stevie Awards 2021

Sugianto mengatakan, karena kontur tanah yang ada di wilayahnya lebih rendah, maka terjadilah banjir yang menyebabkan di wilayah RW 6. 

“Saat air naik pada hari Sabtu itu, di malam harinya mencapai pinggang orang dewasa, dan dihari Minggu (24/07) ketinggian air sudah mencapai dada orang dewasa,” jelasnya. 

Lebih lanjut, terdapat lima RT yang terdampak banjir diwilayahnya, yakni RT 1,  2,  3,  5 dan RT 6. Sekitar 250 Kepala Keluarga, dan 400 jiwa yang terdampak dievakuasi ke musala dan rumah warga lainnya yang tidak terdampak. 

“Karena peristiwa ini, banyak pula bantuan yang diberikan dari berbagai pihak dengan bentuk sembako, salah satunya Kodim 0508 Depok, pihak Kelurahan Mampang, PMI dan masih banyak lagi,” ucapnya. 

Baca Juga  Airlangga : Peluang Indonesia Selamat dari Krisis Energi Dunia dengan Green Energy

Sementara, Lurah Mampang, Darmawansyah mengatakan, banjir ini memang permasalahan yang terus menerus terjadi jika tidak ada solusi yang pasti. 

“Ada beberapa titik banjir yang terjadi, yakni di SDN Mampang 3, RW 6 sebanyak lima RT, dan RW 10 ada dua RT,” ungkapnya. 

Dirinya juga sudah meninjau lokasi beberapa titik banjir tersebut dan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok. 

“Perlu melakukan pengerukan sampah di beberapa titik jalan yang diduga menyebabkan meluapnya air,”  terangnya. 

Selain itu, dirinya memberikan empat solusi, yaitu membuat saluran pembuangan air dari depan Masjid Jami Al-Istiqomah yang berada di Jalan Raya Sawangan sampai ke simpang Jalan Pramuka 2. 

Baca Juga  Perang Dunia Ketiga Bisa Terjadi, Kapal Perang Berkumpul di Laut Hitam

“Selanjutnya, akan dibuatkan drainase yang ada disepanjang Jalan Raya Sawangan dari simpang Jalan Pramuka 2 sampai ke depan Polsek Pancoranmas,” ungkapnya. 

Lebih lanjut, dirinya juga meminta untuk dibuatkan pagar besi yang nantinya dipasang jaring untuk menghambat arus sampah yang nantinya akan diangkut oleh satgas SDA atau satgas banjir dari kelurahan. 

“Jika nanti sudah terpasang jaringnya, kami akan membentuk satgas banjir tingkat kelurahan, dan monitoring  sampah juga akan selalu dilakukan setelah terpasangnya jaring di kali,” tutupnya. (rd/ama)

 

Jurnalis : Aldy Rama

Editor : Pebri Mulya