jokowi bertemu putin
Joko Widodo dan Vladimir Putin.

RADARDEPOK.COM – Setelah adanya misi perdamaian dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Ukraina dan Rusia, ternyata aksi serangan masih terjadi antar kedua negara. Meskipun begitu, pakar hubungan internasional sekaligus mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal, menganggap misi perdamaian yang dilakoni Jokowi bukan berarti tidak berhasil.

“Upaya Presiden Jokowi tidak gagal. Ini awal yang baik. Kita harus peka terhadap tantangan ke depan,” kata Dino.

Indikator kegagalan atau keberhasilan misi Jokowi ada tiga. Dino menjelaskan, apabila Ukraina dan Rusia duduk serius dalam perundingan politik untuk berdamai, maka misi Jokowi berhasil. Itu bukan mustahil terjadi di kemudian hari.

Dia mengamati sambutan Putin saat menemui Jokowi, urusan Ukraina hanya disinggung sekelumit saja. Putin lebih banyak berbicara masalah hubungan bilateran negaranya dengan Indonesia.

“Indikator kedua yakni berakhirnya perang,” kata Dino.

Indikator terakhir, dibukanya aliran ekspor gandum Ukraina dan pupuk Rusia sekaligus bahan-bahan pokok lainnya dari kedua negara. Dino menilai, sudah ada tanda-tanda hal ‘koridor pangan’ itu bakal terwujud.

BACA JUGA : Kelapa Parut Pangandaran Perlahan Mendunia

Namun demikian secara umum, proses perdamaian memang belum nampak terwujud pada hari ini. Hal ini disebabkan tujuan Putin yang berambisi menaklukkan Ukraina.

“Ini (upaya Jokowi) baru langkah pertama. Presiden sudah mengetuk pintu membuka inisiatif baru, kita semua berharap proses ini membuahkan hasil,” tandasnya.

Serangan Rusia usai kunjungan Jokowi

Jokowi mengunjungi Presiden Zelenksy di Ukraina pada Rabu (29/06). Kemudian, Jokowi mengunjungi Presiden Putin di Rusia pada Kamis (30/06). Namun pada hari selanjutnya, ternyata Rusia masih melancarkan serangannya ke Ukraina.

Rudal Rusia menyerang sebuah apartemen di dekat kota pelabuhan Odesa, Ukraina. Laporan terbaru menyebut jumlah korban bertambah menjadi 21 orang.

Dilansir dari, Reuters, Jumat (1/7), juru bicara pemerintah daerah Odesa, Serhiy Bratchuk, mengatakan 21 orang telah dipastikan tewas, termasuk seorang anak laki-laki berusia 12 tahun.

Korban bukan hanya berasal dari apartemen, tapi juga tiga orang di kamp liburan atau resort di depan apartemen. Seorang anak juga tewas oleh rudal yang menghantam kamp liburan atau resort di dekat apartemen. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya